Terima Kunker DPRD Badung, Wabup Sarif Paparkan Kondisi Terkini KLU

Lombok Utara, MN – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Utara H. Sarifudin, SH. MH menerima kunjungan kerja (kunker) rombongan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Wawub Sarif paparkan situasi terkini Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang lebih baik dari setahun lalu.

Mengacu data terbaru BPBD KLU, dari sejumlah 54 ribu rumah warga yang rusak berat dan hampir 70 ribu rusak sedang dan rusak ringan hingga saat ini ada sebanyak 50 persen tengah dalam proses pembangunan.

“Alhamdulillah, kondisi kami sampai hari ini lebih baik ketimbang setahun lalu. Dari 54.000 rumah rusak berat dan hampir 70.000 rusak ringan dan rusak sedang. Menurut data BPBD sampai saat ini sudah 50 persen sedang proses pembangunannya. Rumah yang sudah jadi 100 persen ada sekitar 30 persen dari jumlah keseluruhannya. Sisanya sedang berproses,” ucap Wabup Sarif, saat menerima rombongan anggota DPRD Badung, di Aula Sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Utara, Rabu (11/9/2019).

Wabup juga memaparkan deskripsi umum KLU. Menurutnya, KLU merupakan kabupaten baru dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat, terbentuk berdasarkan UU nomor 26 tahun 2008 tanggal 24 Juni 2008 dan disahkan secara resmi pada 21 Juli 2008 sehingga tanggal 21 bulan bersangkutan ditetapkan sebagai hari ulang tahun KLU.

Secara administratif KLU terdiri dari lima kecamatan, yaitu Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung dan Pemenang dengan jumlah penduduk 240 ribu jiwa serta tingkat populasi lebih dari 20 persen. Adapun jumlah desa sebanyak 33 desa definitif dan 10 desa pemekaran dengan 270 dusun.

“Kabupaten kami terdiri dari 5 kecamatan, 33 desa ditambah 10 desa baru. Sedangkan jumlah dusun di KLU sebanyak 270 dusun,” urai Sarif.

Batas-batas wilayah KLU diantaranya sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah barat Selat Lombok, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, serta sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Lombok Timur.

Pendaparan asli daerah (PAD) KLU, tambah Sarif, sebesar 200 miliar dengan sumber PAD terbesar dari sektor pariwisata dan APBD 1 triliun rupiah lebih.

“Potensi daerah kami ada pariwisata, perdagangan, pertanian dan perikanan. Di KLU tidak ada industri,” terangnya.

Kunker DPRD Kabupaten Badung ke Lombok Utara disebutkan Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta, SH selain studi komparasi juga sembari turut perihatin atas bencana yang menimpa KLU. Pascagempa pihaknya melihat bangunan-bangunan di KLU rata dengan tanah dari Pemenang sampai Tanjung, dan beberapa diantaranya sedang on progres.

Rombongan kunjungan kerja, sambung Sumerta, juga ingin mengetahui sejauh mana peran Pemkab Lombok Utara dalam menangani pembangunan pada fase rehab rekon ini. Mengingat, pemerintah pusat sangat intens turun terutama terkait dengan pembangunan rumah tahan gempa (RTG). Dengan kondisi serba sulit ditambah bangunaan yang tidak ada, rombongan DPRD Badung juga ingin mengetahui peran pemerintah setempat dalam memulihkan pendidikan sehingga proses belajar mengajar di sekolah tidak terganggu dan tertinggal. Merunut pada amanat UU, di mana 20 persen dana APBN untuk pendidikan.

“Kami menyampaikan rasa turut prihatin atas bencana yang menimpa KLU. Pascagempa kami melihat bangunan yang sama rata dengan tanah dari ujung barat sampai di sini dan diantaranya masih on progres. Kami ingin mengetahui untuk bekal kami pulang sampai sejauh mana peran Pemda KLU karena pemerintah pusat sangat intens dan juga dengan rumah tahan gempa (RTG). Begitu pula pada aspek pendidikan. Dengan kondisi yang sulit dan bangunaan tidak ada bagaimana peran pemerintah di sini mendorong proses belajar mengajar agar tidak terganggu dan tertinggal,” ungkap Sumerta.

Ketua Komisi II DPRD Badung I Nyoman Dirgayusa, SE juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Wakil Bupati Sarifudin mengingat di sela-sela kesibukan masih menyempatkan diri menyambut kedatangan dan bertatap muka secara langsung dengan pihaknya.

“Kami dari Komisi II datang ke Lombok Utara ini tidak lain untuk mengadakan study komparasi tentang pariwisata. Sedangkan Komisi IV ingin menggali terkait aspek sosial dan kesehatan”, ungkapnya.

KLU, kata dia, mempunyai Gili Trawangan yang berpantai sangat indah. Pihaknya berdecak kagum dengan keindahan destinasi wisata Lombok Utara tersebut seperti pasir yang berkilau dan ramah lingkungan hingga jauh dari polusi.

“Kami belum punya pantai yang sebaik Gili Trawangan. Selain jauh dari polusi juga pasirnya berkilau. Itulah yang kami ingin pelajari di sini, karena ke depannya jualan pariwisata yang laku adalah no polution,” tutup Dirgayusa.

Hadir mendampingi wakil bupati dalam penyambutan rombongan DPRD Badung yang dipimpin I Made Sumerta, SH dan I Nyoman Dirgayusa, SE itu diantaranya Asisten I Setda KLU Kawit Sasmita, SH, kepala OPD, serta stakeholder terkaitnya lainnya. Rangkaian acara diakhiri dengan pemberian cendramata dari Wabup dan ke rombongan DPRD Badung; dan diakhiri dengan foto bersama. (hs-klu/mn-07)

Bagikan :

Komentar