Pedagang di Kawasan Lingkar Selatan Perlu Pemberdayaan

H. Makmur Said (HMS), bakal calon Walikota di Pilkada Kota Mataram 2020

Mataram, MN – Salah satu bakal calon Walikota Mataram yang akan maju dalam Pilkada 2020 mendatang, memiliki keinginan besar untuk menata Kota Mataram lebih baik lagi. Selain Taman Udayana, yang menjadi atensi ke depan adalah Lingkar Selatan.

Hal inilah wacana yang coba akan dilakukan oleh H. Makmur Said (HMS) untuk menata Kota Mataram kedepannya.

Mantan Sekda Kota Mataram ini menilai bahwa kawasan Lingkar Selatan di sudut Kota Mataram memiliki potensi besar tumbuh dan berkembang sebagai salah satu destinasi sarana rekreasi dan kuliner warga kota .

Di sana terdapat belasan lapak ikan bakar segar yang dijual warga . Namun sayangnya lokasi tersebut belum terlalu populer dimata masyarakat Kota Mataram. Bahkan Lingkar Selatan masih menyandang sterotip atau image sebagai ‘jalur buangan’ atau jalur yang tidak strategis.

“Padahal potensi Lingkar Selatan sangat besar. Aneka kuliner laut dijual masyarakat di sana, tapi memang belum populer,” kata Makmur Said sembari menambahkan Pemerintah perlu hadir dan memberikan pemberdayaan ekonomi kepada pedagang kuliner agar lebih optimal dalam menjalankan bisnis kuliner lautnya.

Dinas Perdagangan, lanjut HMS selain melakukan pendampingan dan pemberdayaan perlu juga melakukan terobosan kebijakan terkait pemberian bantuan ketrampilan maupun modal usaha melalui skema dana bergulir.

“Melalui skema tersebut para pedagang lapak kuliner memiliki spirit dan tanggungjawab dalam membesarkan usahanya,” tandas Makmur Said, Minggu (15/9/2019) di Mataram.

Lebih jauh HMS mengatakan untuk mempopulerkan Lingkar Selatan perlu adanya penataan dan pembenahan lapak-lapak pedagang yang terkesan kurang indah dipandang. Terdapat beberapa pedagang menggunakan trotoar sebagai tempat berdagang yang mengurangi estetika dikawasan itu.

Makmur juga berharap agar di Lingkar Selatan dapat disediakan lapak atau kedai kopi lebih banyak lagi, sehingga wilayah tersebut menjadi alternatif baru hiburan bagi masyarakat Kota Mataram.

“Jadi tidak hanya kuliner aja yang dapat dinikmati di sana, namun masyarakat dapat bersantai di kedai kopi,” ucapnya.

Dia menyarankan, jika di selatan wilayah Lingkar Selatan berderetan lapak ikan bakar, maka di utaranya perlu dibangun lapak-lapak kedai kopi. Sehingga jalur tersebut akan semakin ramai. Karena jika hanya diisi oleh lapak ikan bakar, maka tidak setiap hari masyarakat akan berkunjung ke sana. Maka untuk mempopulerkan Lingkar Selatan perlu adanya trobosan baru.

“Jika di selatan Lingkar Selatan terdapat lapak ikan maka di utara harus ada deretan kedai kopi atau kuliner lain. Sehingga masyarakat tidak bosan ke sana. Karena selera orang tidak setiap hari makan ikan bakar,” imbuhnya.

Sementara itu terkait perencanaan pengembangan lingkar selatan, HMS mengatakan konsep awalnya untuk pembebasan lahan dan pembangunan sekitar 8 hektar , tapi yang mampu dibebaskan hanya 3 hektar. Kawasan lingkar selatan didesign menjadi pusat rekreasi dan kuliner seperti ‘Mini Ancol kota Mataram’.

“Saya tahu persis proses awal karena terlibat langsung dari sisi penyediaan anggaran mulai dari perencanaan, penyediaan anggaran sampai dengan pembangunannya,” ungkap HMS

Selain itu dia berharap fasilitas penerangan dan keamanan di wilayah tersebut lebih dioptimalkan lagi. Itu agar Mataram memiliki wajah yang lebih nyaman, dan tentunya membawa keuntungan bagi pedagang sekitar.

“Perlu optimalisasi dan pemberdayaan kawasan Lingkar Selatan sebagai pusat rekreasi dan kuliner,” tandas HMS.

Sementara terkait progress pengumpulan KTP , Makmur Said mengatakan saat ini Tim Relawan HMS masih melakukan proses verifikasi terhadap setiap dukungan KTP warga kota Mataram. (mn-07)