Mataram, MATARAMnews – Tiga orang pedagang VCD eceran dihadapkan kemuka persidangan karena diduga telah menjual barang bajakan dan melanggar hak cipta. Ketiga pedagang eceran itu, masing-masing Halawi (28), M.Helmi Efendi (40) dan Musdah Alpan (44), para terdakwa ini berasal dari Sumanjaya, Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

Mereka ditangkap oleh pihak Kepolisian Polda NTB, ketika sedang menggelar dagangannya di Pasar Kediri Lobar pada Jumat (12/8/2011) lalu.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh ketua Majelis Hakim, Efendi Pasaribu SH, dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam dakwaan JPU, Lalu Julianto SH, menyebutkan bahwa terdakwa ini ditangkap oleh Dit Reskrimsus Polda NTB didampingi oleh saksi dari produser VCD.

Dari tangan terdakwa Halawi diamankan 37 keping VCD lagu sasak yang diduga bajakan, namun dari hasil penyelidikan hanya 6 keping VCD bajakan.

Sementara, dari tangan terdakwa M. Helmi Efendi, ditemukan 3 keping VDC bajakan dan dari tangan Musdah Alpan juga ditemukan 6 keping VDC bajakan.
Menurut JPU, bahwa VDC bajakan yang dijual oleh para terdakwa ini sudah didaftarkan oleh pihak produser pada Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTB No.W24.HI.06.07.54 dan No W24.HI.06:07-90. Atas perbuatan para terdakwa yang telah menjual Cakram optik ilegal/bajakan dijerat dengan Pasal 72 ayat 2 Undang-undang No 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta.

Sementara itu, ditemui diluar persidangan Penasehat Hukum para terdakwa, Wahidjan SH dari LSBH NTB, mengatakan bahwa menyesalkan kasus yang menimpa ketiga terdakwa tersebut dibawa keranah hukum. “Mereka tidak paham VCD itu bajakan, mereka membeli dari distributor juga,” katanya.

Menurutnya, jika polisi benar-benar ingin menegakkan hukum dengan memberantas VCD bajakan kenapa tidak pedagang besar. “Apa polisi berani atau tidak,” tanya Wahid.

Dimana, hingga saat ini pedagang atau distributor VDC banyak sekali terutama di Kota Mataram seperti dibeberapa pusat perbelanjaan hingga diwilayah Cakranegara, namun polisi tidak menyentuhnya.

Persidangan kembali akan dilanjutkan pada 10 April besok dengan agenda pembacaan eksepsi dari Penasehat Hukum terdakwa menanggapi surat dakwaan JPU.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !