Gubernur Ingin Manfaat Program Startegis ‘NTB Gemilang’ Dirasakan Langsung Masyarakat

Rapat agenda E-Kinerja dan Program Strategis Pemprov NTB dipimpin Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah, didampingi Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Asisten II Ir. Ridwan Syah. di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB di Jalan Pejanggik Mataram, Selasa (17/09/19).

Mataram, MN – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan visi misi NTB Gemilang tidak hanya diusung oleh Pemerintah provinsi saja, namun bisa juga diaplikasikan oleh kabupaten kota di Nusa Tenggara Barat.

Program-program strategis yang dicanangkan NTB tahun 2019-2023 meliputi pariwisata andalan dan strategis, industrialisasi, pengembangan daya saing SDM, NTB ramah investasi, pengembangan konektivitas dan aksebilitas wilayah NTB, serta NTB bersih dan berkelanjutan. Gubernur menginginkan manfaat progra startegis tersebut bisa dirasakan langsung oleh masyarakat NTB.

“Kita harus punya strategic planning yang terukur guna menyusun hal-hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan daerah wisata di NTB, karena seperti yang kita tahu sektor pariwisata memiliki peran strategis yang dapat mendorong peningkatan pendapatan NTB,” jelas Gubernur Zulkieflimansyah, saat memimpin rapat dengan agenda E-Kinerja dan Program Strategis di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB di Jalan Pejanggik Mataram, Selasa (17/09/19).

Gubernur menginginkan agar destinasi wisata dapat dipromosikan melalui media sosial dengan visualisasi gambar atau video yang menarik, sehingga meningkatkan sektor pariwisata.

“Mandalika dan MotoGP menjadi potensi besar NTB untuk meningkatkan sektor pariwisata, pengembangan Tambora Geopark Nasional, pengembangan wisata halal kelas dunia, dan penanggulangan kemiskinan dengan pendekatan Community Based Tourism,” tuturnya.

Menurut Gubernur, melalui Industri pengolahan dan permesinan, nilai tambah bahan baku/mentah dapat ditingkatkan. Dengan demikian, warga NTB tidak lagi menjual bahan mentah, tetapi diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

“Industralisasi bukan identik dengan pabrik-pabrik besar, dengan mengusahakan hasil produk/jualan yang mentah untuk ditingkatkan menjadi barang setengah jadi atau barang jadi kemudian dijual di daerah sendiri,” jelasnya.

Begitu pula dengan pengembangan daya saing SDM di NTB yaitu dengan menjalankan program beasiswa NTB ke beberapa negara di luar negeri, juga dengan melakulan revitalisasi posyandu dengan tujuan mengoptimalkan fungsi dan strata posyandu.

Revitalisasi SMK juga diharapkan dapat mendongkrak kualitas tenaga kerja NTB dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu SMK dengan dua orientasi baru.

Melanjutkan sambutannya, Gubernur mengatakan salah satu bentuk pengembangan konektivitas yang saat ini sangat membantu yaitu adanya direct flight dari Perth ke Lombok sehingga meningkatkan wisatawan mancanegara datang ke NTB.

“Selain itu juga pembangunan by pass dari BIL ke Kuta untuk menunjang event internasional MotoGP merupakan bentuk pengembangan yang akan diupayakan rampung sebelum event berlangsung,” ujar Gubernur dalam rapat tersebut didampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Asisten II, Ir. Ridwan Syah.

Oleh karena itu, untuk mendukung terencananya program-program strategis tersebut, pengelolaan sampah berbasis pengurangan jumlah sampah harus terus diupayakan. Pengurangan sejumlah sampah dengan cara daur ulang sampah dan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai jual merupakan salah satu upaya agar NTB dapat bersih dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan ketika terjadi perubahan pada pelaksanaan program, harus segera dilakukan musyawarah dan diselesaikan sesegera mungkin.

“Semua pihak harus duduk bersama untuk menyelesaikan berbagai hal, utamanya jika terjadi masalah,” pungkas Wagub. (hs-ntb/mn-07)