BEI NTB Dorong Perushaan Lokal Go Public

Mataram, MN – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakikan NTB terus mendorong kepada perusahaan-perusahaan lokal untuk segera mencatatkan saham perdananya atau menjadi perusahaan publik. Pasalnya, hingga saat ini sejumlah perusahaan lokal yang ada di NTB belum ada satupun yang go public.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana mengatakan bahwa sejak keberadaan BEI di NTB akhir 2017 lalu belum ada perusahaan lokal yang tercatat go public.

“Hingga Agustus, di NTB belum ada perusahaan lokal yang go publik, namun ada yang menyatakan ingin go publik dan masih proses,” ucapnya dalam workshop peningkatan asset melalui pasar modal indonesia dan market update, di Mataram, Sabtu (21/9/2019).

Menurut pria yang akrab di panggil Sandiana ini, bahwa setelah pihaknya mengunjungi perusahaan-perusahan lokal yang ada di NTB diketahui alasan belum mau go public rata rata belum tahu bagaimana manfaat dan tata cara perusahaan Go Public.

“Persepsi awal perusahaan sulit dan perusahaan masih belum pede jika mereka sebenarnya bisa Go Public padahal banyak perusahan yang potensial go publik, baik perusahan daerah maupun perusahan swasta,” ungkapnya.

Karena itu kedepannya, ia terus mendorong agar perusahan perusahan baik milik pemerintah maupun swasta go public karena banyak manfaat yang akan di peroleh setelah melantai dibursa.

Karena tujuan dari go publik untuk mendapatkan modal dengan menerbitkan saham dan obligasi, sukuk. Namun perlu diketahui juga bahwa ketika sebuah perusahaan go public maka tentu ada konsekwensi diantaranya adalah shering kepemilikan (kepiikan berkurang).

Akan tetapi juga ada manfaatnya ketika go public yaitu mulai dari pendanaan tanpa batas, peningkatan kinerja, meningkatkan citra perusahaan, insentif pajak. Jadi apabila perusahaan menjadi perusahaan terbuka maka tata kelola perusahaan akan menjadi lebih bagus.

Sementara itu workshop yang mengangkat tema peningkatan asset melalui pasar modal Indonesia dan market update tersebut dihadiri peserta dari kalangan wartawan cetak, online dan TV.

Sebagai pemateri Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana dan perwakilan dari Phintraco Sekuritas, Arini Pascadita.

Workshop dilakukan untuk mendorong literasi masyarakat termasuk wartawan tentang peluang-peluang menarik berinvetasi di pasar modal dan juga untuk penyegaran tentang isu-isu pasar modal dan perkembangannya saat ini. (mn-07)