Sumbawa, MN – Kejaksaan Negeri Sumbawa, kembali menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan pembangunan KUA Labangka. Setelah sebelumnya kontraktor, kini giliran PPK proyek tersebut berinisial MF ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan sebagai tersangka terhadap MF setelah menjalani serangkaian pemeriksaan pada Rabu kemaren. Setelah proses administrasinya lengkap, MF langsung dibawah menuju Lapas Sumbawa untuk menunggu proses hukum lebih lanjut pada Rabu sore sekitar pukul 16.10 Wita.

Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan, SH., M.Hum mengatakan, penetapan tersangka dan penahanan terhadap MF merupakan pengembangan dari penangkapan tersangka sebelumnya. Yakni tersangka JS yang sempat DPO.

“Dari situ kami kembangkan, ada saksi lain yang kami periksa dan statusnya naik menjadi tersangka. Yakni PPK atas nama MF,” ucapnya.

Menurutnya bahwa berdasarkan keterangan JS tersangka sebelumnya, MF mrngetahui akan mendapatkan panggilan dari jaksa. Namun MF mengatakan agar JS tidak datang. MF selaku PPK mengatakan akan menyelesaikan persoalan ini sendiri.

“Jadi MF diduga berupaya menghalang-halangi upaya hukum. Juga akan dilakukan pengembangan mengenai adanya kemungkinan aliran dana terhadapnya,” terangnya.

Penahanan sendiri dilakukan karena penyidik khawatir MF akan menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya dan melarikan diri.

Penetapan status tersangka pada MF juga berdasarkan keterangan dari tersangka JS. MF juga bertanggung jawab dalam pembangunan ini. MF memberikan afirmasi dalam proyek itu.

Dimana proses pembangunan baru 41 persen, sementara dananya dicairkan 100 persen. Tidak mungkin pencairan itu tidak diketahui PPK dan diperkirakan kerugian total loss Rp 1,2 miliar. Karena bangunan tersebut tidak bisa digunakan.

Selain itu, pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa juga akan berkoordinasi dengan BPKP untuk perhitungan kerugian negara.

Bahkan Iwan menyebutkan bakal ada tersangka lain entah itu dari pihak Kemenag atau pihak lain karena diduga banyak pihak yang bermain dalam persoalan ini, dimana jika alat bukti sudah kuat, maka akan dilakukan peningkatan status dan penahanan.

Karena itu, pihak penyidik memperkirakan akan ada saksi lain lagi atas keterangan yang diberikan oleh tersangka MF sehingga dilakukan pengembangan guna mengungkap adanya kemungkinan tersangka lain. Sebab, dalam proyek itu ada konsultan pengawas, KPA, Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan dan ULP.

“Tentunya akan kami dalami semuanya,” pungkasnya. (mn-07)