Kertas berisi pilihan jawaban, contekan salah satu siswa di MA Tahzibul Akhlak

Loteng, MATARAMnews – Isu bocornya lembar jawaban Ujian Nasional (UN) nampaknya telah menjadi lahan bisnis empuk bagi oknum panitia penyelenggara. Bahkan isu bocornya lembar jawaban UN tahun ini santer beredar disetiap sekolah. Terbukti, dalam proses pelaksanaan UN tahun ini tidak luput dari kecurangan. Hasil penelusuran yang dilakukan media ini, mendapatkan temuan kecurangan yang terjadi di MA Tahzibul Akhlak, Sisik Kecamatan Pringgarata, Loteng,  saat Tim Pengawas Independen (TPI) melakukan pengawasan UN di sekolah itu.

Dijelaskan salah satu TPI kepada media ini, pada Selasa (17/4/2012), bahwa sempat didokumentasikan pada hari kedua UN dilaksanakan tepatnya pada UN mata pelajaran bahasa inggris, salah satu siswa peserta UN di ruang dua MA Tahzibul Akhlak, sedang membuka lembaran kertas contekan yang berisi pilihan jawaban yang ditulis menggunakan pensil. Lembaran itu ditaruh dibawah meja. Saat kepergok TPI lembaran tersebut sontak diremas siswa tersebut.  

“Kejadian ini sudah dikoordinasikan kepada Korlap Tim Pengawas Independen, dan telah ditulis temuan ini dalam bentuk berita acara. Kami mengharapkan hal ini kedepan jangan terulang lagi, sedangkan untuk hari ketiga UN disini berjalan lancar,” jelas TPI yang enggan disebut namanya.

Sedangkan, Kepala MA Tahzibul Akhlak Sisik Kecamatan Pringgarata Loteng,  Jalaludin S.Ag,  saat ditemui media ini (18/4/2012) mengatakan terkait UN, seluruh penyelanggara UN telah diberikan pengarahan oleh pihak dinas jauh sebelumnya, dan untuk mengantisipasi adanya isu lembar jawaban palsu yang beredar, tentu sangat meresahkan kondisi dan konsentrasi siswa. “Jadi perlu sejak awal kami antisipasi hal itu,” jelasanya.

Lanjut Jalaludin, untuk pengawasan UN tahun 2012 ini sangat ketat, dimana dari TPI juga terus mengontrol setiap saat, bahkan kami pun tidak boleh mendekat ke ruangan UN. Untuk peserta UN di MA Tahzibul Akhlak diikuti oleh 40 siswa dalam daftar, namun sejak UN ada salah satu siswa yang tidak bisa ikut UN, dimana siswa yang bersangkutan bukan dari MA Tahzibul Akhlak. Dan ada tiga MA yang bergabung mengikuti UN di MA Tahzibul Akhlak.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !