Lombok Tengah, MN – Beberapa minggu belakangan ini, Bandar Udara Lombok Internasional Airport (Bandara LIA) dikeluhkan pengguna karena dinilai kurang nyaman dan kualitas layanan yang kurang baik.

Menindaklanjuti keluhan itu pengguna, PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara LIA selaku pengelola bandara melakukan pengkajian terkait kualitas layanan yang dinilai kurang baik.

Permasalahan yang menjadi fokus pembahasan adalah sampah, sopir travel liar yang kurang sopan dalam menawarkan jasanya, dan pedagang kaki lima yang berjualan di tempat yang tidak semestinya.

Permasalahan sampah paling terlihat pada daerah drop zone dan pick up zone yaitu daerah pengantar dan penjemput penumpang.

Pengelola bandara menemukan bahwa penyebab utama sampah yang berserakan adalah karena membludaknya pengantar dan penjemput yang membuang sampah tidak pada tempatnya saat peak hour kedatangan penumpang ke Bandara LIA. Selain itu, petugas baru akan membersihkan area yang kotor saat peak hour selesai.

Menanggapi penyebab masalah sampah tersebut, tim facility care Bandara LIA meningkatkan intensitas pembersihan drop zone dan pick up zone terutama pada saat peak hour serta menyiapkan petugas kebersihan yang stand by pada kedua zona tersebut.

Pihak pengelola bandara juga telah memberikan pengumuman untuk menjaga kebersihan area bandara yang diputar melalui intercom setiap 30 menit sekali. Namun, hal tersebut belum sepenuhnya dapat menangani permasalahan sampah karena masih ditemukannya sampah yang tidak dibuang pada tempatnya.

PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara LIA mengajak masyarakat pengguna bandara untuk peduli terhadap kondisi sampah di lingkungan bandara dengan menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Selain itu, salah satu usaha yang dilakukan adalah kegiatan jalan pagi membersihkan sampah yang dilakukan oleh seluruh karyawan PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara LIA pada hari Jumat pagi. Kegiatan jalan pagi bersih ini dilakukan secara rutin beberapa minggu sekali dengan menyusuri daerah bandara dan kemudian membersihkan sampah yang berserakan di daerah tersebut.

Dari kegiatan jalan pagi bersih yang telah dilakukan beberapa kali, ditemukan sampah paling banyak adalah puntung rokok yang kemudian disusul oleh plastik kemasan makanan ringan.

I Nyoman Siang selaku Communication and Legal Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara LIA menyatakan masalah sampah tentunya tidak bisa kami selesaikan sendiri, perlu ada edukasi kepada masyarakat selaku pengguna bandara. “Kegiatan jalan pagi bersih ini merupakan salah satu usaha kami untuk menimbulkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan bandara,” katanya.

Dalam permasalahan sopir travel liar yang kurang sopan dalam menawarkan jasanya, PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara LIA menghimbau pengguna bandara untuk menggunakan jasa travel resmi yang bekerja sama dengan pihak bandara.

Selain itu, pihak pengelola bandara juga telah menghimbau kepada para sopir travel liar untuk tidak menawarkan jasanya secara berlebihan kepada penumpang dan juga bekerja sama dengan personil keamanan dari TNI dan Polri agar sopir travel liar tidak masuk ke area selasar bagian atas. Jasa travel resmi dapat ditemukan di area selasar atas dan juga pada area kedatangan.

Bagi penumpang yang dijemput dengan kendaraan pribadi, penumpang dapat menunggu pada area tunggu di terminal yang telah disediakan. Selain travel, pengguna bandara dapat menggunakan layanan bus Damri yang tersedia.

Permasalahan pedagang kaki lima yang berjualan di tempat yang tidak semestinya merupakan masalah yang sulit untuk diselesaikan. Pengelola bandara telah memberikan bantuan berupa tempat berjualan di area yang sudah ditentukan serta melalui program Corporate Social Responsibility dengan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para pedagang agar dapat mengelola dagangannya secara lebih baik.

Namun masih terdapat oknum pedagang kaki lima yang melanggar ketentuan dengan berjualan di tempat yang tidak semestinya.

Oleh karena itu, PT. Angkasa Pura I (Persero) membutuhkan bantuan dari stakeholder terkait untuk secara bersama sama menangani permasalahan pedagang kaki lima. Sebagai wajah pertama yang tamu lihat ketika datang berkunjung ke Lombok, PT. Angkasa Pura I (Persero) Cabang LIA akan terus meningkatkan kualitas layanan untuk pengguna jasa bandara. (mn-08)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini