Menteri KLH Kunjungi Hutan Adat Mejet, Pemkab KLU Sigap

MATARAMnews – Kedatangan Menteri Lingkung Hidup ke Hutan Adat Mejet  Genggelang Kecamatan Gangga, KLU. Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama bersama Masyarakat Adat dan AMAN selaku Inisator kegiatan, melakukan persiapan.

 

{xtypo_info}FOTO: Kepala Dinas Pertanian Kehutanan, Perikanan dan Kelautan, Hermanto, SP{/xtypo_info}

Kepala Dinas Pertanian Kehutanan, Perikanan dan Kelautan, Hermanto, SP, sesaat setelah rapat persiapan di ruang Sekda KLU mengungkapkan, bahwa kedatangan Menteri Lingkungan Hidup, Sabtu (15/10/2011) merupakan moment penting, mengingat Menteri akan langsung kelokasi hutan Mejet untuk melihat bagaimana peran masyarakat, khususnya komunitas masyarakat adat dalam pelestarian lingkungan.

Kegiatan kali ini, masyarakat adat yang ada di sekitar Hutan Adat Mejet, bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) sebagai pihak penyelenggara atau panitia. Dan Pemerintah KLU sangat mendukung, dengan memberikan apa yang dibutuhkan panitia penyelnggara, “selaku Pemkab KLU akan berusaha memfasilitasi demi lancarnya pelaksanaan kegiatan,” ungkap Hermanto.

Berdasarkan hasil rapat persiapan bersama Sekda dan tokoh masyarakat adat, “ada beberapa agenda kegiatan yang disepakati, yaitu pelaksanaan Ritual Adat Bisok (Mencuci) Gong sebagai simbol Nunas (Mohon) hujan, Peningkatan Kapasitas Kader Lingkungan Hidup,Penanaman Pohon dan Launching Bio Gas dirumah Wakil Bupati,” sebut Hermanto.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Penyelenggara Kegiatan, Putrawadi menjelaskan bahwa kegiatan Ritual Adat di Hutan Mejet memang digagas oleh Komunitas Masyarakat Adat sendiri yang bekerja sama dengan Pengurus Wilayah AMAN NTB. proposal kegiatan diajukan ke kementerian Lingkungan Hidup dan Alhamdulillah diterima walaupun Menteri LH sampai hari ini belum memastikan diri untuk hadir.

Namun demikian lanjutnya, Deputi IV Kementerian LH, Ibu Yusi berjanji pada hari Rabu mendatang surat pernyataan kesiapan kedatangan Menetri LH akan sampai ke provinsi NTB yang selanjutnya akan disampaikan kepada kami.

Dikatakan Putrawadi, bahwa Deputi IV Kementerian LH menjelaskan kedatangan menteri akan dibatalkan oleh tiga hal yaitu Dipanggil Presiden, mengikuti Fit and Profertes, dan Rapat Koordinasi, “jika jadwal Menteri tidak bertentangan dengan ketiga hal tersebut maka bisa dipastikan menteri akan hadir ditengah-tengah Masyarakat Lombok Utara, maka untuk memaksimalkan persiapan, kami dan masyarakat terus melakukan koordinasi dan tetap mengadakan rapat persiapan bersama Pemkab KLU, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan hari ini adalah rapat yang keempat kalinya,” jelas tokoh masyarakat Bentek ini.

Selain itu, Putrawadi juga menyebutkan indikator mengapa hutan Adat Mejet menjadi tujuan kunjungan Menteri. Karena Hutan Mejet memiliki lima fungsi yaitu fungsi pengaturan cuaca, fungsi irigasi pertanian (Bendungan Alam), fungsi air minum, fungsi Wisata karena sumber air yang mengaliri air terjun Tiu Teja dan fungsi Ritual.

Selain itu, hutan Mejet merupakan Hutan Adat yang menjadi pusat Ritual Adat berkaitan dengan Kehidupan, oleh karenanya hutan Mejet tidak boleh ada penebangan pohon kecuali pohon tumbang dengan sendirinya. karena begitu pentingnya keberadaan Hutan Adat Mejet sehingga para leluhur kita dari jaman dahulu sampai sekarang  menyebutnya dengan istilah Pawang.

(Laporan : DN | Lombok Utara)

Bagikan :