Sumba Misterius yang Sangat Indah

Pulau Sumba di Indonesia adalah bagian dari Nusa Tenggara Timur, yang juga meliputi Flores dan bagian barat Timor. Sumba menawarkan perpaduan unik antara flora dan fauna, budaya asli yang memukau, dan masa depan yang cerah. Namun Sumba tidak mendapatkan perhatian seperti pulau-pulau yang lebih terkenal di utara, yaitu Bali dan Lombok. Sumba sebenarnya jauh lebih besar daripada Bali dan Lombok dan potensi real estat Sumba membuat investor bersemangat tentang masa depan.

Karena tidak dieksplorasi sebaik pulau-pulau lain di kawasan ini, potensi investasi Sumba tetap luar biasa, dengan harga tanah sebagian kecil dari pulau-pulau yang lebih mapan. Terlebih lagi, pemerintah Indonesia memiliki rencana besar untuk menggunakan Sumba sebagai contoh global praktik terbaik dalam pembangunan berkelanjutan dan implementasi energi hijau. Sumba ditetapkan untuk menjadi ‘pulau ramah lingkungan’ pertama di dunia.

Mari kita telusuri faktor-faktor utama yang menjadikan surga yang diremehkan ini menjadi pilihan utama bagi investor properti secara global.

Keindahan alam dan budaya yang unik

Lanskap unik Sumba dicirikan oleh bukit-bukit batu kapur yang bergulir tertutup hutan gugur dan pantai berpasir putih yang memberi jalan untuk menjernihkan samudra biru. Hutan-hutan di pulau ini telah ditetapkan sebagai kawasan ekologi yang dilindungi oleh World Wildlife Fund (WWF) untuk melindungi campuran langka flora dan fauna Australia dan Asia.

Mempertahankan keindahan alam ini sangat penting karena menarik jumlah wisatawan yang merupakan kunci untuk mendorong kesuksesan ekonomi pulau itu. Resor Nihi Sumba, diluncurkan pada tahun 2015 sebagai resor Nihiwatu, adalah contoh utama keberhasilan yang menunggu pengembang di Sumba. Tempat persembunyian mewah ini memenangkan gelar ‘Hotel Terbaik di Dunia’ dari majalah Travel + Leisure dua tahun berturut-turut pada tahun 2016 dan 2017. Dan hotel ini tetap dipesan dengan kokoh meskipun harga per malamnya mencapai puluhan ribu dolar.

Keberhasilan Nihi Sumba adalah tanda-posting ke sejumlah besar potensi yang belum dimanfaatkan yang harus diisi secara bertanggung jawab untuk menjaga nilai pulau yang mempesona ini. Apakah mungkin untuk mempertahankan pesona Sumba saat dikembangkan lebih lanjut? Tanda-tandanya bagus.

Pulau ramah lingkungan masa depan

Syukurlah, pemerintah Indonesia telah menandai Sumba sebagai contoh praktik terbaik dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan rencana besar-besaran untuk menerapkan pembangkit listrik tenaga air dan pertanian tenaga surya dan angin, pulau ini telah menetapkan target bagi pulau itu untuk menggunakan 100% energi terbarukan pada tahun 2025.

Generasi yang lebih muda semakin mementingkan pariwisata hijau dan menemukan pengalaman lokal yang otentik, dan Sumba akan mencentang kedua kotak ini. Sifat pulau yang belum dijelajahi berarti ada banyak pengalaman budaya unik yang dapat ditemukan. Desa-desa tradisional Sumba, situs pemakaman kuno, dan bangunan monolitik hanyalah beberapa dari banyak permata budaya yang menunggu untuk ditemukan. Membuka Sumba ke dunia dengan cara yang bertanggung jawab akan menarik banyak pelancong muda dengan pendapatan sekali pakai dan mendorong keberhasilan ekonominya.

Potensi investasi

Bahkan dengan keberhasilan Nihi Sumba dan dukungan pemerintah, harga tanah di Sumba tetap rendah, terutama dibandingkan dengan Bali dan Lombok. Tetapi dengan peningkatan minat dan infrastruktur yang meningkat setiap saat, harga-harga meningkat sebesar 100% year-on-year. Pertumbuhan ini terlihat berkelanjutan karena lambat dan stabil, dan ditambah dengan perkembangan positif yang terjadi, pertumbuhannya akan berlanjut dengan kecepatan yang baik dan berkelanjutan.

Sumba real estat merupakan peluang bagus dan dengan pemerintah semakin menyambut investasi asing, tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk menambahkan Sumba ke portofolio Anda. (*)

Baca selengkapnya di Invest Islands