Mataram, MN – Tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Mataram yang akan melaksanakan pilkada serentak tahun 2020, saat ini sudah memasuki tahapan sosialisasi. KPU Kota Mataram terus turun ke tengah masyarakat untuk melakukan sosialisasi.

Sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Mataram untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan proses dan tahapan Pilwalkot Mataram. Diantaranya terkait dengan persyaratan bagi pasangan bakal calon yang akan maju dalam pilkada Kota Mataram.

Sopan Sopian Hadi, Komisioner KPU Kota Mataram, Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM, menjelaskan pasangan bakal calon yang akan maju dalam pilkada Kota Mataram itu berasal dari Partai Politik dan bakal pasangan calon perseorangan.

“untuk partai politik minimal 20 persen kursi atau 25 persen suara sah, sedangkan untuk perseorangan minimal dukungan 24.922 E-KTP,” terangnya, saat melakukan sosialisasi di Kecamatan Sekarbela, Jum’at (6/12/2019) pagi.

Menurut dia, terkait dengan jumlah dukungan E-KTP bagi pasangan perseorangan atau independen, pihak KPU akan melakukan verifikasi.

“karena itu kita akan turun ke masyarakat untuk melakukan verifikasi administrasi dan faktual terkait dukungan balon (bakal calon) perseorangan,” kata Sopan Sopian Hadi, didampingi oleh Edi Putrawan, Divisi Peremcanaan Data dan Informasi.

Dijelaskan juga kepada peserta sosialiasi yang berasal dari kepala lingkungan (kaling) dan tokoh masyarakat tersebut, terkait siapa saja yang diperbolehkan untuk memilih di pilkada Kota Mataram pada 23 September 2020 mendatang, ia menyampaikan bahwa yang diperbolehkan untuk memilih adalah warga Kota Mataram yang dibuktikan dengan E-KTP dan Suket yang di keluarkan oleh Dukcapil.

“jadi kalau ada warga yang tinggal di Kota Mataram namun tidak memiliki E-KTP Mataram maka tidak diperbolehkan untuk memilih ,” tandasnya. (mn-07)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !