Peneliti Sains Atmosfer (Klimatologi) LAPAN

MATARAMnews – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bekerjasama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) mengenalkan model atmosfer yang berguna untuk mendukung pariwisata di Lombok.

Prediksi Cuaca dan Iklim

Melalui model ini, kita bisa mengetahui bagaimana kondisi atmosfer di atas wilayah Lombok dan sekitarnya selama beberapa hari ke depan serta beberapa bulan mendatang. Hal ini dinyatakan oleh Peneliti Utama LAPAN, Erma Yulihastin, melalui press realease. Sementara kunjungan tim peneliti ke Dinas Pariwisata akan dilaksanakan Rabu (18/4).

Terdapat dua model atmosfer yang digunakan oleh tim peneliti LAPAN untuk menyimulasikan atmosfer di Lombok dan Nusa Tenggara Barat. Pertama, model cuaca WRF (Weather Research and Forecasting) yang dapat memrediksi cuaca di suatu wilayah hingga resolusi 10 kilometer.

“Dengan WRF, kita bisa tahu apakah dua hingga tiga hari ke depan akan terjadi hujan atau tidak,” jelas Erma. Melalui model WRF pula, pemetaan secara spasial curah hujan di Lombok dan sekitarnya bisa diperoleh. “Selain curah hujan, kita juga bisa memperoleh informasi suhu udara, suhu muka laut, kelembapan, arah dan kecepatan angin, dan lainnya dari model WRF,” dia menambahkan.

Model kedua adalah model iklim Darlam 1.0b (Division of Atmospheric Research Limited Area Model). Model ini pada awalnya dibangun oleh CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation) Australia dengan basis pengoperasian menggunakan system linux.

Selanjutnya, oleh tim peneliti LAPAN, model Darlam dikembangkan menjadi berbasis PC (Personal Computer) dan terdapat beberapa fitur model yang ditambahkan sehingga diberi nama Darlam 1.0b.  

Kedua model atmosfer tersebut dikembangkan oleh para peneliti LAPAN melalui program IPKPP (Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa) yang didanai oleh KNRT dengan judul penelitian, ”Aplikasi Model Atmosfer untuk Mendukung Pariwisata di Nusa Tenggara Barat.”

Mendukung Pariwisata

Para peneliti berharap, informasi yang dikeluarkan oleh model tersebut dapat mendukung pariwisata Lombok melalui peningkatan layanan informasi prediksi kondisi atmosfer yang akan sangat berguna bagi para wisatawan yang berkunjung ke Lombok.

“Dengan informasi tersebut, para wisatawan akan terbantu dalam merencanakan kegiatannya,” jelas Erma. Sementara dari pihak pengelola, informasi tersebut dapat dijadikan salah satu pedoman untuk membuat agenda wisata serta merancang agenda alternatif jika keadaan cuaca tidak memungkinkan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tim peneliti dari LAPAN bermaksud mengadakan diseminasi ke Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat. “Kegiatan diseminasi model atmosfer ini akan diadakan dua kali, rencananya pada bulan Juni dan September,” terang Erma.

Peserta diseminasi adalah para karyawan di lingkungan Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat serta mengundang pihak media. “Dukungan media sangat diharapkan,” paparnya. Pada kegiatan diseminasi yang akan datang, akan diungkapkan bagaimana iklim di Lombok dan sekitarnya. Serta akan dijelaskan bagaimana prinsip kerja model atmosfer WRF dan Darlam 1.0b.  





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !