Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Gede Sugianyar Dwi Putra saat memimpin pemusnahan Barang Bukti (BB) ganja seberat 13 kilogram lebih.

Mataram, MN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB terus meningkatkan berbagai upaya untuk pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Langkah yang dilakukan tidak hanya dengan cara penindakan namun juga pencegahan dan rehabilitasi.

Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Gede Sugianyar Dwi Putra mengatakan pihak BNNP dan jajaran selain melakukan penindakan hukum, namun juga melakukan kegiatan pencegahan dan rehabilitasi untuk mengurangi suplai dan permintaan pengguna.

“Bagaimana kita mengurangi suplai dan menekan permintaan,” ucapnya dalam penyampaian rilis akhir tahun, di Mataram, Kamis (26/12/2019) pagi.

Menurutnya sampai saat ini data pengguna narkotika di NTB ada sekitar 63 ribu, karena itu langkah yang dilakukan dengan pencegahan permintaan dikurangi dengan melakukan sosialisasi, penguatan masyarakat dan rehabilitasi. “pengguna disembuhkan,” ungkapnya.

Selain itu sebagai langkah pencegahan diluncurkan pula program desa bersinar (bersih dari narkoba) dimana pada tahun 2019 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur telah ditetap 10 desa. Di wilayah KSB dan Lobar masing masing satu desa sebagai pilot projek dan penguatan. “Sehingga tahun 2020 akan dietapkan 10 desa bersinar lagi,” ujarnya.

Sementara itu untuk data pengungkapan kasus narkotika oleh BNNP NTB sendiri, dimana pada tahun 2019 ini mengalami penurunan sebesar 36,36 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018 kemaren.

Dimana hasil pengungkapan tahun 2018 sebanyak 11 kasus sedangkan tahun 2019 sebanyak 7 kasus, untuk barang bukti sendiri di tahun 2019 ini, Sabu sebanyak 1.704,68 gram dan ganja sebanyak 13.222,76 gram. (mn-07)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !