Lombok Tengah, MN – Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Lombok Tengah menggelar Festival Sukarara Begawe Jelo Nyesek 28 sampai dengan 29 Desember 2019. Event tahunan Desa Sukarara ini dibuka Sekda Lombok Tengah H.M. Nursiah, dan diikuti ribuan penenun.

Mewakili Bupati Lombok Tengah, Sekda H.M. Nursiah mengungkapkan pemerintah kabupaten (pemkab) Lombok Tengah sangat mengapresasi kepada kepala desa dan warga desa Sukarare yang telah menggelar Festival Sukarara Begawe Jelo Nyesek.

“Perlu dicatat, dari hasil karya industri tenun Sukerare telah dinikmati oleh masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya masyarakat Indonesia namun juga banyak diminati oleh wisatawan mancanegara,” ungkap Sekda.

Sekda menyampaikan pesan Bupati bahwa para penenen terus gaungkan kain songket yang dihasilkan oleh para penenun desa Sukerare agar menggema di seluruh pelosok tanah air dan di penjuru dunia.

Pemkab, kata dia, akan terus memberikan pembinaan kepada masyarakat penenun dalam meningkatkan kualitas produksi kain tenun yang dihasilkan. “Melalui dinas terkat nantinya kain songket yang dihasilkan akan terus di promosikan,”katanya.

Ketua Panitia Festival Sukarara Begawe Jelo Nyesek 2019, Jumasre menjelaskan kegiatan yang digelar setiap tahun ini, kali ini akan berlansung selama dua hari dari tanggal 28 – 29 Desember, yang diikuti sekitar 1.200 penenun yang berasal dari desa Sukarara.

Ia berharap dengan diadakannya festival ini event tahunan yang menjadi ikon wisata Sukarara ini bisa dimasukkan menjadi salah satu event kegiatan pemkab maupun event nasional bisa tercapai.

“Ini sebagai salah satu upaya kami mendorong keberadaan Sukarara sebagai desa wisata tenun. Melihat sejarah dari asal mula tenun itu, Sukarara sangat pantas memiliki hak cipta,” harap Jumasre. (mn-08)



Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !