Newmont Harus Tekan Subkon

MATARAMnews – PT.Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) harus bisa memberi penekanan kepada seluruh sub kontraktor untuk priortiaska tenaga kerja lokal KSB. Demikian ditegaskan Ketua Komisi I DPRD KSB, Syafruddin, A.Md.

 

{xtypo_info}FOTO: Ketua Komisi I DPRD KSB, Syafruddin, A.Md{/xtypo_info}

“Banyak sub kontraktor yang merekrut tenaga kerja dari luar KSB, akibatnya peluang kerja warga lokal berkurang. Hal ini harus diperhatikan oleh PTNNT,” terangnya saat ditemui sejumlah wartawan diruang rapat Komisi I DPRD KSB.

Menurut Syafruddin, jika seluruh sub kontrakor PTNNT memberdayakan tenaga kerja lokal KSB maka, dipastikan tidak akan terjadi polemik dalam proses perekrutan tenaga kerja oleh PTNNT. “warga lokal KSB ingin mendapat kesempatan yang sama, bekerja dan berkarya di lokasi tambang PTNNT, mereka berontak karena tidak pernah diberikan kesempatan,” kilahnya.

Dijelaskan, kesenjangan benefit (pendapatan) antara karyawan PTNNT dengan sub kontrakor juga sangat jauh, hal itu diakibakan banyaknya kontrator yang terlibat dalam suatu item pekerjaan. Jadi tidak heran banyak persoalan akan timbul.

“Pekerjaan sudah diberikan kepada satu sub kontrakor, kemudian oleh sub kontraktor, pekerjaan itu diberikan lagi kepada sub kontrakor lokal. Prosesnya berlapis-lapis dan hal itu sudah pasti akan mengurangi pendapaan karyawan,” beber Safruddin, politisi Partai Hanura.

Hal yang sama diungkapkan Sudarli,S.Pd, yang juga anggota Komisi I DPRD KSB, PTNNT harus bertindak tegas kepada sub kontraktornya, selain sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) tentang tenaga kerja. PTNNT juga harus membuat regulasi erkait dengan prioritas tenaga kerja lokal, sehingga sub kontraktor tidak bertindak seenaknya.

“Setiap sub kontraktor dari luar selalu merekrut dan membawa tenaga dari luar, sedangkan warga lokal KSB masih banyak yang membutuhkan pekerjaan,” sesalnya.

Sudarli, yang juga Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tenaga Kerja menegaskan, merekrut karyawan lokal merupakan bentuk pemberdayaan masyaraka yang dilakukan oleh sub kontraktor. “yah kalau tidak bisa berikan dana Corporat Social Responsibility (CSR) bagi daerah, minimal rekrut karyawan lokal KSB,” timpalnya.

(Laporan : MS | Sumbawa Barat)

Bagikan :