Lombok Tengah, MN – Puncak peringatan Harlah Yayasan Pondok Pesantren (YPP) NU, Qamarul Huda Bagu ke-59, yang dirangkaikan dengan Haul Syekh Abdul Qadir Jaelani, TGH. M. Shaleh Hambali Bengkel, TGH. Lalu Badarudin dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sekaligus Harlah NU ke 94, Sabtu (25/1/2020), dihadiri ribuan jamaah hingga para pejabat dan tokoh NU.

Puncak acara tersebut dihadiri oleh Syuri’ah PBNU KH. Manarul Hidayat, KH. Syafiq, para tuan guru, Sekda NTB HL. Gita Ariadi, Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, Perwakilan Polda NTB, Pejabat Pemkab Loteng, para tokoh NU NTB, serta para tamu undangan dan jamaah NU yang memadati lokasi acara tersebut.

Sebelum puncak acara tersebut yang dipusatkan di halaman utama Ponpes Qamarul Huda Bagu, sejumlah kegiatan dilaksanakan, yaitu pawai ta’aruf dan santunan anak yatim yang dihadiri langsung oleh Sekjen PBNU Dr. KH. Helmi Faisal Zaini.

Pembina dan Pengasuh Ponpes Qamarul Huda Bagu, TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin menyampaikan rasa terimakasihnya atas nama keluarga besar YPP NU Qamarul Huda.

“terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang telah menghadiri acara Haul YPP NU Qamarul Huda yang dirangkaikan dengan Haul Syaikh Abdul Qadir Jaelani, Gus Dur dan TGH. M. Shaleh Hambali Bengkel serta Harlah NU Ke 94, semoga apa yang kita lakukan hari ini mendapatkan barokah dan manfaat,” ucap Tuan Guru.

Tausiah dalam acara Haul tersebut yang diisi oleh Dr. KH. Manarul Hidayat, memberikan gambaran tentang perjuangan NU semenjak awal berdirinya hingga hari ini.

“Masyarakat tahu bahwa NU merupakan wadah perkumpulan yang sudah banyak berjasa di Nusantara. Semenjak terbentuknya, NU sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan, setelah merdeka, NU tidak ambisi dalam pemanfaatan jabatan, buktinya pada saat terbentuknya TNI, NU tidak banyak terlibat walaupun sebagian besar TNI bagian dari NU,” kata Kiyai Manarul Hidayat.

Setelah melalui perjuangan panjang, NU berhasil menempati post- post penting dalam pengendalian kebijakan di Republik Indonesia.

“karena persatuan, NU kita bisa lihat perkembangannya sekarang, NU berhasil menempatkan kadernya sebagai Wakil Presiden, alhamdulillah, “sambung Kiyai.

Sedangkan Pemerintah Provinsi NTB melalui Sekda, Lalu Gita Ariadi menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang tidak bisa menghadiri acara disebabkan karena tugas Dinas.

“Yayasan Pondok Pesantren ini telah banyak berkontribusi pemikiran dalam pembangunan di NTB, banyak alumni Pondok Pesantren ini menjadi abdi negara dan menempati posisi strategis di kepemerintahan,” kata Lalu Gita.

(mn-05)



Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !