Basri saat diturunkan aparat dari mobil tahanan menuju ruang sidang

Mataram, MATARAMnews – Meski jalannya sidang tidak berjalan lama, namun jadwal sidang ketua Tokoh Komunitas Adat Mekaki Pancoran Salad mendapat dukungan semangat dari berbagai elemen, diantaranya warga adat yang datang dengan menggunakan pakaian adat lengkap, para pendamping dari elemen mahasiswa dan LSM. Selain itu, untuk mengamankan jalannya sidang pihak kepolisian telah menempatkan aparatnya lengkap dengan persenjataan.

Sebelum sidang dimulai, koordinator Front Aksi Berantas Kejahatan Indonesia (FABKI), Sri Sudarjo menyampaikan orasinya didepan Pengadilan Negri Kelas Satu Mataram, guna memberikan dukungan kepada Basri. Dalam orasinya, ia meminta kepada Hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya terhadap Basri dengan membebaskannya karena Basri merupakan korban fitnah dari oknum aparat yang berpihak kepada kaum pemodal ketimbang melindungi rakyat.

Sebelumnya, Sri Sudarjo yang didampingi rekan-rekan aktivisnya sempat mendatangi Ketua Majlis Hakim dan meminta kejelasan atas status putusan yang akan dijatuhkan kepada Basri. Dalam pernyataannya Wakil Ketua Pengadilan Negri Kelas Satu Mataram, Effendi Pasaribu SH, yang sekaligus Ketua Majelis Hakim dalam kasus Ketua Adat Masyarakat Pancor Salat Mekaki itu berjanji, “saya akan memberikan Putusan yang berkeadilan, dan saya ingin meninggalkan masa tugas saya di PN Mataram dengan catatan baik sebelum saya menduduki tugas baru sebagai Ketua PN Kendari,” tegasnya.

Diruang sidang aparat langsung mengawal dan sempat meminta agar ruang sidang ditutup, namun seorang pengacara yang kebetulan menyaksikan sidang tersebut mengingatkan kepada aparat kepolisian yang bertugas agar tidak menutup pintu ruang sidang karena in sidang terbuka dan telah ditetapkan berdasarkan undang-undang.

Sidang dimulai sekitar pukul 10.13 wita dengan agenda pembacaan tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum ((JPU) atas pembelaan dari Basri. Dalam eksepsinya JPU menyatakan bahwa materi pembelaan yang dibacakan oleh terdakwa Basri bukan merupakan materi substitusi sesuai dengan undang-undang yang diatur dalam pasal 132 ayat 2 dan 3 sesuai KUHAP, melainkan cenderung jauh terhadap materi dakwaan perkara.

Berdasarkan uraian tersebut JPU memohon kepada Majlis Hakim untuk pertama menolak keberatan dalam eksepsi pembelaan terdakwa seluruhnya, menetapkan agar tindakan atau putusan terhadap terdakwa dengaan menghadirkan saksi-saksi dalam perkara ini.

Usai pembacaan tanggapan, JPU menyerahkan berkas kepada Majlis Hakim dan terdakwa, selanjutnya Basri sebagai terdakwa juga mengeluarkaan kertas dan berniat memberikan jawaban atas tanggapan dari JPU, L.Rudi Gunawan SH, oleh Majlis Hakim yang memimpin sidang perkara tersebut, Basri tidak diperkenankan dengan pertimbangan yang diputuskan bahwa Basri dapat menyampaikannya pada sidang yang dijadwalkan akan digelar kembali tanggal 16 mendatang.

Ditemui usai sidang, kepada media ini Basri menyatakan, sidang hari ini berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, namun dalam sidang setiap sidang Basri meminta Hakim memutuskan membebaskan dirinya dalam segala tuduhan, karena semua ini merupakan fitnah yang diskenariokan oleh oknum yang diperintahkan oleh PT.Mekaki Indah yang didukung oleh aparat penegak hukum.

Didepan halaman PN Mataram, seusai sidang salah satu warga dari komunitas adat tidak mampu menahan emosi dan berteriak mencaci maki orang-orang yang dinilainya terlibat dalam skenario penangkapan terhadap Basri, dengan mengatakan “hanya uang saja yang kalian kedepankan kami sebagai masyarakat tidak pernah kamu utamakan (terjemahan bahasa Sasak)”.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !