Mantan Anggota DPRD NTB, Drs Sulaiman Hamzah

Mataram, MATARAMnews – Mantan Anggota DPRD NTB, Drs Sulaiman Hamzah, dijatukanh vonis  tiga tahun penjara dalam kasus tindak pidana korupsi DAK Kota Bima 2007. Politisi Partai Demokrat ini divonis oleh Majelis Hakim yang diketuai Jon Sarman Saragi SH, didampingi hakim anggota Muhammad Amin Moch Idris SH, dan Edward Samosir SH, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Kamis (10/5/2012) siang.

Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim ini, jauh lebih ringan dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu selama 3 tahun 6 bulan penjara. Majelis Hakim dalam amar putusannya berpendapat bahwa terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, melakukan korupsi secara bersama, memperkaya orang lain, menyalahgunakan wewenang dan jabatannya sebagaimana dalam dakwaan subsider JPU yaitu pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Jo pasal 55 KUHP.

Terdakwa yang sebelumnya pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Dasar Pemuda dan Olahraga (Dikdaspora) Kota Bima, kemudian menjadi Asisten II Setkot Bima,  dalam jabatannya ini terdakwa terlibat penyimpangan dalam pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2007 dengan nilai sebesar Rp 766.500 ribu.

Penyalahgunaan DAK itu, berupa penyaluran DAK di Dikdaspora Kota Bima tidak sesuai ketentuan, ada dana ditahan oleh terdakwa karena berdasarkan atas disposisi dari Walikota. “Tidak ada bukti yang dapat ditunjuk terkait disposisi Walikota,” kata Ketua Majelis dalam amar putusannya.

Sementara, dua terdakwa lainnya dalam kasus ini, masing-masing Sahruman Abdullah selaku mantan Kasubdin Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikdaspora Bima, dan Y Titik Handoyo selaku bendara DAK telah divonis bersalah.

Sahruman  divonis satu tahun penjara sesuai tuntutan JPU, dan Titik Handoyo yang juga divonis satu tahun penjara.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !