Tersangka AR (yang dipegang pundaknya) saat digiring petugas di Kantor Kejati NTB

Mataram, MNKejaksaan Tinggi (Kejati) NTB kembali menetapkan tersangka dalam kasus lahan Lombok City Center (LCC) Lombok Barat.

Tersangka yang diketahui berinisial AR tersebut merupakan manager keuangan dan accounting PT TRIPAT. AR telah tiga kali dipanggil untuk diminta keterangannya sebagai saksi, namun selalu mangkir.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB, Dedi Irawan SH mengatakan tersangka langsung dilakukan penahanan setelah sempat menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Kantor Kejati NTB.

“Kepala Kejaksaan Tinggii NTB pada hari ini Jumat 7 Februari 2020 telah menetapkan AR sebagai tersangka dan langsung dilakukan Penahanan di Lapas Kelas I Mataram,” terang Dedi di Mataram, Jum’at (7/2/2020) sore.

Menurutnya, penetapan tersangka tersebut berdasarkan kesimpulan Tim Penyidik bahwa tersangka AR selaku Manager Keuangan dan Accounting PT. TRIPAT telah menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya, bersama-sama dengan tersangka LAS selaku Direktur Utama PT. TRIPAT (sebelumnya telah dilakukan penahanan), mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Dimana kasus yang menjerat para tersangka tersebut berawal berdasarkan Perda No 8 Tahun 2010, Pemda Lombok Barat telah merealisasikan penyertaan modal berupa uang sebesar Rp 1.7 M dan tanah seluas 8 Hektare pada PT. TRIPAT.

Selanjutnya dalam pengelolaan uang sebesar Rp 1.7 M tersebut ternyata tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya sebesar Rp 436.194.473,74.

Kemudian Penyertaan Modal berupa Tanah dikerjasamakan dengan PT BLISS Pembangunan Sejahtera untuk penggantian Kantor Dinas Pertanian dan UPT BPT yang berdiri diatas tanah tersebut sebesar Rp 2.7 M, namun dalam pengelolaannya ternyata tidak dapat dipertanggungjawabkan keuangannya sebesar Rp. 544.426.836,56, sehingga ditemukan adanya kerugian keuangan negara dengan total sebesar Rp 980.621.310,3.

(mn-07)



Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !