Mataram, MN – Ketua Komisi II DPRD NTB, H Ridwan Hidayat dengan tegas menyebut kasus penari tanpa busana (striptis) di cafe Metzo Lombok jelas-jelas telah mencoreng nama baik NTB yang memiliki ikon wisata halal.

“Kita sangat perihatin dengan adanya penari tanpa busana di daerah kita. Ini mencoreng nama baik daerah. Apalagi daerah kita dikenal dengan ikon wisata halalnya,” tegas Ridwan Hidayat saat dihubungi, Senin (10/2/2020) malam.

Menurutnya, kasus penari tanpa busana tersbut tidak bisa dianggap sepele. Masalah tersebut sangat serius karena menyangkut harkat dan martabat daerah. Apalagi, lanjut politisi Gerindra ini, masyarakat NTB dikenal religius.

“Sangat perlu ada tindakan tegas aparat hukum dan pemerintah daerah, agar ada efek jera,” ujarnya.

Selain tindakan tegas, kata politisi Udayana ini, agar tidak terulang kembali kasus serupa, pemerintah daerah harus terus melakukan pembinaan dan banyak pertemuan dengan para pengusaha hotel, cafe dan sejenisnya, agar sama-sama komitmen untuk menjaga daerah dari masalah seperti yang terjadi di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat itu.

Terkait masalah tersebut, Komisi II DPRD NTB akan memanggil Kepala Dinas Pariwisata NTB. “Sebagai Ketua Komisis II, kami akan menanyakan kenapa bisa kecolongan,” ujarnya.

Disisi lain, Ketua Komisi II DPRD NTB mengapresiasi pihak Polda NTB yang bertindak cepat dan responsif menindak tegas pelaku striptis. Ia juga mendorong izin operasi cafe Metzo Lombok bisa dicabut.

Seperti diketahui kasus penari tanpa busana di kawasan wisata Senggigi berhasil diungkap Polda NTB, bermula dari laporan masyarakat, kemudian ditindaklanjuti dengan cepat oleh pihak Polda NTB.

Dilansir detikcom, dua perempuan digerebek polisi saat tengah menari tanpa busana (striptis) dari dalam ruang karaoke cafe Metzo Lombok, pada Rabu (5/2/2020) malam. Seorang pria yang diduga menjadi koordinator kedua penari striptis ikut diamankan.

Kedua penari striptis yang diamankan bernama Yunita Meriandika alias Natal (35) dan Sri Manista alias Karin (23). Sementara pria yang menjadi koordinator bernama Dede Ayip alias Papi Dedeh (43).

Mereka diamankan dari Cafe Metzo Lombok, Senggigi, Batu Layar, Lombok Barat, pada Rabu (5/2/2020) malam. Diketahui, dua penari striptis beserta koordinator tersebut berasal dari Banten.

Natali dan Karin sebenarnya bekerja sebagai pemandu lagu karaoke di cafe tersebut. Namun Dede kemudian menawari tamu cafe karaoke berupa layanan khusus striptis yang dilakukan Natali dan Karin.

(mn-05)



Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini