Menu
Senin, 10 Desember 2018 | 10:40:51 pm

Ketua GAPAI NTB : Kasus Baiq Nuril, Catatan Kelam Penegakan Hukum

Ketua GAPAI NTB : Kasus Baiq Nuril, Catatan Kelam Penegakan Hukum

LOMBOK, MN -- Ketua Gerakan Pemuda Indonesia (GAPAI) NTB, Sadrah, menilai kasus Baiq Nuril Makmun yang terjerat UU ITE, menambah catatan kelam penegakan hukum, bahkan bentuk kekejaman hukum.

"GAPAI NTB mendesak Mahkamah Agung menggunakan nurani menyikapi kasus ini (Baiq Nuril). Kami rasa ini tidak ada kepedulian hukum kepada korban. Bagaimana seorang korban pelecehan yang disalahkan dan dijatuhi hukuman," ujar Sadrah, di Lombok, Senin (19/11/2018), seraya mendesak Baiq Nuril dibebaskan dari jeratan hukum.

Baiq Nuril, menurut dia, adalah korban pelecehan seksual secara verbal, yang justru disalahkan oleh lembaga hukum. Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman kepada Baiq Nuril, 6 bulan penjara dan denda 500 juta rupiah.

Saat ini, kasus Baiq Nuril telah viral, dan mendapat simpati dari berbagai pihak. Sebelumnya, Baiq Nuril dituduh menyebarluaskan rekaman asusila yang dilakukan Kepala Sekolah SMA 7 Mataram kepada dirinya.

Pada pengadilan tingkat pertama, Baiq Nuril diputus bebas. Namun, jaksa mengajukan banding. Mahkamah Agung menerima banding jaksa. Baiq Nuril diputuskan bersalah dan dihukum enam bulan penjara denda 500 juta rupiah atau pidana tiga bulan apabila tidak membayar denda.

Baiq Nuril dinilai bersalah melanggar Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). ---(mn-05)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :