Menu
Senin, 17 Desember 2018 | 5:48:26 am

BBPOM: Iklan Obat Suplemen dan Kosmetik Sering Berlebihan, Menyesatkan Masyarakat

Kegiatan BBPOM Mataram : Monitoring dan evaluasi pengawasan iklan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik pada media penyiaran lokal, di Mataram, Kamis (15/11/2018). Kegiatan BBPOM Mataram : Monitoring dan evaluasi pengawasan iklan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik pada media penyiaran lokal, di Mataram, Kamis (15/11/2018).

MATARAM, MN -- Promosi terhadap iklan merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan dari suatu jasa, termasuk kosmetik dan suplemen serta obat tradisional, karena adanya media massa. Namun promosi produk-produk tersebut dianggap sering diinformasikan kepada masyarakat secara berlebihan, bahkan tidak obyektif.

Kepala BBPOM Mataram, I NGAN Suarningsih, mengatakan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan pihak BBPOM masih ada ditemukan promosi iklan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik yang dianggap secara berlebihan ditengah masyarakat.

Promosi iklan secara berlebihan tersebut terjadi karena masyarakat masih belum memiliki pengetahuan yang lebih terkait dengan prodak-produk tersebut.

"Dengan kekurangan pengetahuan masyarakat itu, pelaku usaha dalam melakukan promosi selalu berlebihan," ucap Suarningsih, dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pengawasan iklan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik pada media penyiaran lokal, di Mataram, Kamis (15/11/2018).

Menurut Kepala BBPOM Mataram ini, iklan terkadang memberikan suatu infomasi melebihi batas-batas rasional sehingga banyak masyarakat yang belum sadar bahwa itu menyesatkan.

"Apakah info dalam label produk itu sudah memberikan info yang obyektif dan tidak hanya semata-mata berdasarkan iklan," ujarnya.

Dijelaskan bahwa monitoring dan evaluasi pengawasan iklan terhadap obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetika ini bertujuan untuk melindungi masyarakat terhadap informasi iklan yang tidak obyektif.

"Kegiatan ini semata-mata untuk pembinaan. Kami ingin meluruskan bahwa iklan itu memang harus obyektif," pungkasnya.

Sementara itu, Kepada Dinas Kominfotik NTB, Tri Budiprayetno, mengatakan bahwa yakin terhadap media bagaimana iklan yang semestinya untuk dimuat.

"Tolong masyarakat dibantu agar bagaimana produk-produk yang diiklankan tersebut benar-benar obyektif dan membantu masyarakat," imbuhnya.

Kegiatan monitoring dan evaluasi pengawasan iklan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetika pada media penyiaran lokal dihadiri dan diikuti oleh para pelaku usaha, klinik kecantikan serta para wartawan baik TV, media cetak, Radio dan media noline. --(mn-07)

^ KEMBALI KE ATAS

BERITA TERBARU


FOKUS

KOLOM





WWW.MATARAMNEWS.CO.ID adalah situs portal berita dan peristiwa.
Diterbitkan oleh PT. Mataram Media Lestari

Selalu Terhubung :