Jamaah Tariqat Muqtabroh Gadariyah Wannaksabandiyah, Ponpes Darul Falah NU Pagutan, gelar doa bersama

Mataram, MATARAMnews – Tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak di Bogor, tidak hanya dirasakan oleh  keluarga korban. Namun, luka, duka dan rasa berkabung serta dukacita mendalam juga datang dari berbagai kalangan masyarakat diberbagai belahan tanah air. Rasa duka itu, diinplementasikan dengan berbagai cara mulai dengan digelarnya doa bersama bahkan ada yang melakukan shalat ghaib.

Seperti yang dilakukan oleh ratusan jamaah Tariqat Muqtabroh Gadariyah Wannaksabandiyah. Mereka menggelar doa bersama untuk para korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, bertempat di Pondok Pesantresn (Ponpes) Darul Falah NU Pagutan, Selasa (15/5/2012) siang.

Para jamaah ini dengan khusuknya menbacakan doa yang dikhususkan pada para korban dan pada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dan para korban yang meninggal dunia diterima disisi Nya.

Menurut salah satu pengasuh Ponpes Darul Falah, Ust. Muammar Arafat, SH mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh para jamaah ini sebagai bentuk rasa berduka atas kejadian atau tragedi yang menimpa pesawat Sukhoi Superjet 100.

“Kita ikut berduka dan berbelasungkawa atas kejadian tersebut,” katanya. Ia berharap agar keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan dan bagi korban dapat diterima segala amal dan perbuatannya oleh Allah SWT.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !