Anggota DPRD NTB H. Lalu Pelita Putra (kanan), bertemu langsung Samudi Azhar (kiri) seorang guru ngaji penyandang disabilitas fisik yang mengabdikan diri mengajar ngaji anak-anak di dusun dusun Modak, desa Mangkung, Praya Barat, Lombok Tengah.

Lombok Tengah, MN – Salah seorang guru ngaji kampung mendapat atensi bahkan simpati dari Anggota DPRD NTB H Lalu Pelita Putra ketika melakukan reses di dapilnya di Lombok Tengah. Pasalnya, meski sebagai penyandang disabilitas atau keterbatasan diri, guru ngaji itu tetap menjalankan tugas dan tanggungjawabnya mengajar anak-anak kampung mengaji.

“Saya merasa iri dengan saudara Samudi Azhar yang memiliki semangat yang kuat untuk tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya menjadi seorang guru ngaji bagi anak-anak kita di kampung ini,” ujar Lalu Pelita Putra saat Reses bertemu langsung dengan sang Guru Ngaji tersebut di dusun Modak, desa Mangkung, Praya Barat, Lombok Tengah, Rabu (19/2/2020).

Anggota Dewan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini tidak hanya simpati, tetapi juga akan memberikan perhatian dan apresiasi untuk guru ngaji Samudi Azhar.

“Tentu atas nama anggota dewan, kami punya tanggung jawab dan kewenangan untuk menjadi perhatian kami, khususnya bagi para guru ngaji di kampung-kampung agar lebih diperhatikan oleh pemerintah kedepannya,” kata politisi Udayana itu.

Bahkan ia berjanji akan memberikan bantuan Samudi Azhar. Bantuan itu, menurut Pelita Putra, telah dianggarkan pada APBD murni 2020, dan sudah dimasukkan dalam program rumah layak huni.

“Insya Allah di APBD murni tahun 2020, saya sudah masukkan dalam program rumah layak huni untuk bantuan saudara kita Samudi Azhar,” tandasnya.

Diketahui Samudi Azahar adalah penyandang disabilitas, bahkan tidak punya tempat tinggal yang layak. Selama ini, Samudi Azahar tinggal sementara atau numpang tempat tinggal di depan Posyandu di Dusun Modak.

Namun begitu, Samudi Azahar tetap melaksanakan kegiatan sehari-hari layaknya masyarakat biasanya. Terutama semangatnya yang kuat untuk mengajar sebagai guru ngaji bagi anak-anak di kampung tersebut dijalankan tanpa pamrih.

(mn-05)



Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !