MATARAMnews, (Lobar) – Nusa Tenggara Barat (NTB) dipercaya menjadi tuan rumah Temu Profesi Tahuanan Ke-XX, Perhimpunan Ahli Tambang Indonesia (PERHAPI) yang akan berlangsung di kawasan wisata Senggigi, pada tanggal 10 hingga 11 Oktober 2011. Pertemuan yang mengambil tema Pengelolaan Sumber Daya Mineral dan Batubara untuk kemakmuran masyarakat.

{xtypo_info}FOTO: Temu Profesi Tahunan Ke-XX PERHAPI di salah satu hotel di kawasan wisata Senggigi Lobar{/xtypo_info}

“Pertemuan ini akan dijadikan sebagai wahana untuk berbagi pengalaman lapangan  dan penelitian internal organisasi serta sebagai bahan masukan dalam penyusunan strategi dan kebijakan dalam upaya keberlanjutan pertambangan yang akan menjadi ususlan PERHAPI kepada Pemerintah, Lembaga Tinggi Negara serta Perusahaan Pertambangan,” jelas Ketua Umum PERHAPI, Prof.DR.Ir Irwandi Arif MSc, kepada wartawan disela acara.

Ditunjuknya NTB sebagai tuan rumah, karena merupakan keputusan bersama berdasarkan rapat anggota  pada saat pertemuan PERHAPI tahun lalu di Balikpapan, Kalimantan Timur. Selain itu, NTB merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya mineral yang dikelola oleh PT.NNT sebagai modal Bangsa Indonesia  dalam melaksanakan Pembangunan Nasional.

Dijelaskan, bidang pertambangan mineral dan batubara merupakan salah satu yang diharapkan  berperan aktif dalam mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan. “Bagi pemangku kepentingan, harga komuditas tambang akan mempengaruhi  keputusan yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan pertambangan, termasuk biaya, strategi operasi, mulai dari eksplorasi, penambangan dan pengolahan.

Sementarau itu, Pemerintah sebagai pemegang amanat rakyat, pertambangan harga komuditas akan menentukan target pendapatan negara dan kebijakan dalam  pengolahan  sumber daya mineral  dan batubara, “ungkapnya.

Para peserta yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari professional dibidang tambang, operator tambang seperti, PT.NNT, PT.Timah, PT.Kobatin, Tanito coal, PT.KPC, PT.Arutmin, PAMA dan Unram serta birokrat dari ESDM, Kemenko Ekonomi, Bank Dunia, Pemda NTB, Dinas Pertambangan, Kehutanan BLHP, Bappeda, Direksi, Manjment dan staf perusahaan pertambangan, pemasok, Konsultan, Akademisi, Peneliti, Mahasiswa, LSM, Aparatur Pemerintah yang bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan serta seluruh steak holder dunia pertambangan.

(Laporan: Ach.S | Lobar)