Anggota DPRD NTB H.L. Pelita Putra (pakai ikat kepala, sorban warna hitam putih) saat melakukan kunjungan dalam rangka reses di dusun Bagu Barat desa Bagu kecamatan Pringgarata, pada Jumat (21/2/2020).

Lombok Tengah, MN – Anggota DPRD NTB H.L. Pelita Putra serap aspirasi masyarakat melalui kegiatan Reses di Daerah Pemilihan (Dapil) VIII Lombok Tengah.

Ada delapan titik dari enam kecamatan yang dikunjungi politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, yaitu kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut, Praya Timur, Jonggat dan Pringgarata. Sejumlah aspirasi disampaikan para perwakilan dari masyarakat saat bertemu dan berdialog.

Seperti saat kunjungan reses di dusun Bagu Barat desa Bagu kecamatan Pringgarata, pada Jumat (21/2/2020), sebelum berdialog langsung dengan masyarakat, kegiatan reses Pelita Putra diawali dengan istighosah dan ratiban bersama tokoh agama, masyarakat, pemuda serta ratusan anak-anak yatim.

Dalam kesempatan itu, Pelita Putra menyampaikan bahwa tidak semua pembangunan di daerah ini sesuai dengan rencana pemerintah. Karena itu, kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasinya melalui kegiatan reses dewan.

“Melalui pertemuan ini, kami ingin masukan ataupun apa yang menjadi usulan-usulan dari masyarakat disampaikan. Usulan dari masyarakat inilah nanti dimasukkan dalam APBD melalui pokir dan terpantau semua secara online,” ungkap Pelita Putra dihadapan ratusan masyarakat yang mengikuti kegiatan Reses di dusun Bagu Barat desa Bagu kecamatan Pringgarata.

Ia mengatakan, selaku perwakilan rakyat di dewan, dirinya harus turun langsung menjemput usulan-usulan yang menjadi aspirasi masyarakat, agar bisa ditindaklanjuti untuk kemudian bisa dimasukkan dalam APBD.

“Aspirasi yang berhasil diserap tentunya akan kami verifikasi dan akan diperioritaskan. Sebagai tanggungjawab kami, aspirasi masyarakat akan dikawal dan diawasi sampai terealisasi,” tegasnya.

Sementara itu sejumlah usulan disampaikan perwakilan dari masyarakat dusun Bagu Barat desa Bagu, seperti usulan akses jalan bagi anak-anak sekolah yang diusulkan melalui dewan kabupaten sebelumnya belum terealisasi sampai sat ini.

“Akses jalan yang diusulkan dari dulu melalui dewan kabupaten sampai saat ini belum terealisasi,” ungkap perwakilan masyarakat berharap bisa terealisasi melalui anggota dewan di tingkat provinsi.

Karena, menurut mereka, akses jalan lingkungan setempat sering dijadikan jalan alternatif oleh warga ketika ponpes Qamarul Huda Bagu mengadakan acara skala nasional yang sering dihadiri pejabat negara.

“Jalan Bagu – Bagu Dasan – Medas ini sudah menjadi jalan lingkungan dari dulu, tapi sampai sekarang belum pernah di aspal,” keluh perwakilan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga mengeluh terkait ruang terbuka hijau, kini swah-sawah yang dulunya hijau dan indah berubah ditanami bangunan-bangunan.

“Kami ingin untuk izin membangun (IMB) dan lainnya perlu ditertibkan, serta ada ruang terbuka hijau,” tandasnya.

(mn-05)



Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !