Lombok Barat, MN – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lombok Barat (Lobar) menggelar pelantikan sekaligus Pelatihan Kepemimpin Dasar (PKD) di Ponpes Al-Halimy Sesela, Gunungsari, Lobar, Rabu (26/2/2020). Hendra Harianto dipercaya menakhodai GP Ansor Lombok Barat masa khidmat 2019-2023.

Ketua GP Ansor Lombok Barat (Lobar), Hendra Harianto mengatakan kedepan sejumlah agenda penting akan dijalankan sebagai wujud peran aktif Ansor di tengah masyarakat.

Hendra menyebutkan peran aktif Ansor selama ini seperti ketika Lobar dilanda musibah kekeringan, Ansor hadir memberi sumbangsih. Di bidang ekonomi, Ansor juga menggelar pasar murah di beberapa kecamatan untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat. Ansor juga pro aktif menangkal persoalan narkoba dan obat-obatan terlarang.

“Kedepan, agenda-agenda penting akan terus dijalankan seperti upaya menangkal radikalisme dan isu hoaks yang sudah mulai menjalar meghanyutkan integritas dan moral bangsa,” ungkap Ketua GP Ansor Lobar itu dalam sambutan pada acara pelantikan yang digelar di Pondok Pesantren Al-Halimy Sesela, Gunungsari, Lobar, Rabu (26/2/2020).

Ketua PW GP Ansor NTB H. Zamroni Aziz mengatakan pelantikan dan PKD GP Ansor Lombok Barat digelar di Yayasan Al-Halimy Sesela, karena Yayasan Al-Halimy yang melahirkan generasi luar biasa serta di huni oleh para tuan guru yang berlebel Nahdlatul Ulama. “insyaAllah keberkahan akan selalu menyertai kita semua,” ucap Zamroni dalam sambutannya di acara pelantikan tersebut.

“Ini akan menjadi prestasi tersendiri bagi kami, karena mampu berkoordinasi lebih jauh dalam mempererat dalam bersinergi dengan para alim ulama dan pemerintah. Sehingga persoalan daerah dan bangsa mampu diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kader Ansor harus berkomitmen menjaga islam sebagai rahmatan lil alamin.

“Ansor kini sudah menyeruak bangkit. Pemerintah harus memberikan perhatian kepada generasi muda. Karena wajah ke depan bangsa ini tergantung pemuda hari ini,” tegas Zamroni.

Zamroni berharap Ansor sebagai anak tertua Nahdlatul Ulama (NU) berkomitmen menjaga ulama dan bangsa, tetap solid dan terus saling bahu membahu, berkoordinasi dalam berjuang dan berkarya.

“Kami menekankan kepada kader agar berlaku istiqomah dalam menjalankan khidmat mulia ini, mengabdikan diri di bawah naungan NU. InsyaAllah keberkahan akan selalu menyertai kita semua,” harapnya.

Hal yang sama ditekankan Sekjen PP GP Ansor H. Abdul Rochman, setiap kader Ansor harus memiliki karakter kepemimpinan seperti jujur, saling bahu-membahu, berlaku adil dan istiqomah. Kelima karakter ini, kata dia, mesti dimiliki oleh masing-masing kader seabagai instrument membentuk keperibadian moral menjadi lakon pembawa kemaslahatan umat dan bangsa.

“Daerah kita harus dipastikan aman, tidak ada konflik dan gangguan sosial lainnya, harus membantu mewujudkannya oleh kader-kader Ansor Banser. Harus mampu terus meningkatkan profesionalisme untuk membantu masyarakat,” imbuhnya.

Ia menegaskan juga bahwa dengan mandat Islam dan menjaga NKRI. Pengamalan dan praktek Islam Ahlussunnah Wal Jamaah telah dijadikan rujukan dari berbagai negara. “Barang siapa yang mencintai Ansor maka Allah akan mencintai anda,” katanya.

Sementara Ketua PW NU NTB Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M. Ag mendorong Ansor untuk membina Badan Otonom (Banom) yang ada dan sudah terbentuk. Prof Masnun berharap setiap potensi saling bersinergi.

“InsyaAllah kedepan NU di NTB akan menjadi semakin kuat dan disegani,” tegas Prof Masnun.

Selain itu, dalam moment pelantikan dan PKD Ansor Lobar tersebut, Mudirul am Yayasan Al-Halimy Sesela Drs. TGH. Munajib Kholid mengajak pemuda Ansor untuk menengok kembali sejarah. Menjadikan sejarah sebagai ruang menimba hikmah.

TGH. Munajib menuturkan soal Islam Nusantara, bahwa yang merumuskan Islam Nusantara adalah ulama-ulama yang berada di Jombang, siapapun yang menggunjing Islam Nusantara akan kena batunya.

“Di era milenial ini berbagai macam isu dibeberkan oleh kaum Muhajirin, sebab kekeliruan mereka dalam memahami kata Islam Nusantara, Sehingga salah satu cara mereka untuk memfitnah dan menjatuhkan Nahdlatul Ulama adalah dengan mengatasnamakan Islam Nusantara sebagai sarana provokasi,” tuturnya

Ia melihat perkembangan pesat gaya hidup Islam Nusantara yang menyatu dalam keberagamannya sudah mulai dilirik dan menjadi barometer beragama dan berbangsa oleh negara-negara luar untuk menciptakan Tasammuh (toleransi). Sehingga mereka (kaum Muhajirin) tidak mau tinggal diam, berbagai macam cara dilakukan untuk menghancurkan Nahdlatul Ulama.

“Penting bagi pemuda Ansor untuk berjuang menepis paham radikalisme seperti ini,” tegas TGH Munajib Kholid.

(mn-05)



Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !