Pengambilan contoh BBM yang tercampur air oleh pihak kepolisian

Mataram, MATARAMnews – Puluhan motor berbagai jenis mengalami mogok secara tiba-tiba setelah mengisi BBM. Hal ini  menimpa para pemilik sepeda motor setelah mengisi BBM di SPBU Karang Jangkong, Kamis (17/5/2012) sore. Ternyata  penyebab mogok massal sekitar 23 sepeda motor tersebut diketahui karena karbiratornya kemasukan air. Hal tersebut diketahui oleh pemilik setelah sepeda motor  diservis ataupun menyedot bensin yang ada dalam tangki.

Sepeda motor mogok, setelah berjalan sekitar rata-rata berjarak satu kilometer dari SPBU. Para pemilik sepeda motor yang mengalami mogok satu persatu mendatangi SPBU untuk meminta pertanggungjawaban pengelola SPBU, ada yang menggeret motornya namun ada juga yang datang melapor sambil membawa contoh BBM karena sepeda motornya telah masuk bengkel.

Dengan ada kejadian tersebut, pengelola SPBU langsung menutup pelayanan terhadap masyarakat. Sedangkan Polisi yang melihat kejadian tersebut langsung mendatangi SPBU dan melakukan pengamanan. Contoh BBM yang bercampur air disita, bahkan diambil juga bensin yang ada didalam mesin kemudian bersama dengan mobil tangki yang saat itu mendistribusi BBM juga ikut diamankan ke Polres Mataram guna proses penyelidikan.

Sementara itu, sebagai bentuk tanggungjawab dari pengelola SPBU, kendaraan yang dibahwa ke SPBU oleh pemiliknya langsung diservis dan bahkan BBM nya digantikan dengan Pertamax. Menurut penuturan salah satu pemilik motor, Tia, awalnya ia yang hendak pulang menuju BTN Sandik Permai mengisi BBM ditempat itu, namun setelah berjalan  tidak jauh dari SPBU secara tiba-tiba motornya mogok.

Ia sendiri langsung kembali ke SPBU dengan cara menggeret motornya setelah melihat beberapa orang juga menggeret sepeda motornya menuju SPBU. Namun ia sendiri baru mengetahui bahwa BBM motor yang dikendarai tercampur air setelah melihat bensin yang ada dalam tangki.

Manager SPBU Karang Jangkong, I Putu Satria Wibawa, membenarkan adanya konsumen yang kembali ke SPBU karena motornya mogok setelah mengisi BBM yang diduga bercampur air dari hasil analisa awal.

Untuk mengetahui kebenaran penyebab tercampurnya BBM dengan air tersebut  akan dilakukan  investigasi yang akan dilakukan oleh pihak Pertamina dan Kepolisian. “Apakah masalahnya di SPBU, mobil tangki atau distribusi dari Pertamina, kita tunggu hasil investigasi,” katanya.

Menurutnya, pihaknya tidak mau berandai-andai dimana letak permasalahannya hingga ada hasil investigasi. Pihaknya sendiri sebelum menjual BBM ke konsumen telah terlebih dahulu melalui berbagai prosedur, mulai ketika mobil tangki distribusi mengisi tangki di SPBU terlebih dahulu dilakukan pengecekan dan hal yang sama juga telah dilakukan di mobil tangki yang saat kejadian mendistribusikan BBM jenis premium.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !