Sosialisasi Bawaslu NTB bersama unsur masyarakat dalam rangka pelantikan pemgurus DPW dan DPC Media Online Indonesia (MOI) se -NTB, Jum'at (13/03/2020) pagi.

Mataram, MN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI susun Indek Kerawanan Pemilu dalam pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.

Dari Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) tersebut satu dari tujuh kabupaten kota yang akan melaksanakan pilkada di provinsi NTB diketahui memiliki nilai indek kerawanan cukup tinggi secara nasional.

Ketua Bawaslu NTB M Khuailid mengatakan bahwa pada indek kerawanan pemilu yang disusun oleh Bawaslu RI pada pilkada 2020 kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memiliki indek kerawaan yang tinggi.

“Berdasarkan indek kerawanan pemilu yang disusun oleh Bawaslu RI, Kabupaten Lombok Tengah menempati nomor empat secara nasional,” terang Khuailid dalam acara sosialisasi bersama unsur masyarakat dalam rangka pelantikan pemgurus DPW dan DPC Media Online Indonesia (MOI) se -NTB, Jum’at (13/03/2020) pagi.

Menurutnya IKP disusun sebagai langkah untuk melakukan antisipasi dengan baik sehingga apa yang diprediksikan dalam indek tersebut tidak sampai terjadi.

“Dari IKP itu sebetulnya bisa melakukan pencegahan dini, ini sebetulnya dalam penyusunan IKP ini agar kita lebih siap,” terangnya.

Bahkan pada kesempatan tersebut, Khuailid juga menyampaikan kalau melihat dari pilkada sebelumnya Kabupaten Bima tempati urutan kedua IKP-nya, namun sejarah pilkada tahun 2015 ternyata apa yang diprediksikan tidak terjadi atau tanpa ceos.

Hal serupa juga pada Pemilu 2019, dimana Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menempati indek kerawanan nomor satu secara nasional namun hal tersebut tidak sampai terjadi.

“Tapi alhamdulilah kemaren Lotim dalam proses pemilu kita bisa melakukan antisipasi dengan baik sehingga apa yang diprediksikan dalam indek tersebut tidak terjadi,” pungkasnya.

Dalam sosialisasi hadir juga sebagai pembicara dari Wakil Ketua DPP MOI, Ihsan Kholid dan Kasubdit I Ditreskrimum Polda NTB.

(mn-07)



Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !

1 KOMENTAR

Comments are closed.