Kasubbag Penerangan Polres Mataram, AKP Arif Yuswanto

Mataram, MATARAMnews – Selangkah lagi Polisi akan menetapkan siapa tersangka dibalik terjualnya BBM jenis premium bercampur dengan air di SPBU Karang Jangkong beberpa waktu lalu. Penetapan siapa tersangka itu tentunya harus menunggu keterangan ahli. Yang mana untuk kepentingan penyelidikan tersebut, penyidik Polres Mataram saat ini sudah melayangkan surat untuk mendatangkan saksi ahli.

Kasubag Humas Polres Mataram, AKP Arief Yuswanto, mengatakan bahwa untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini penyidik paling tidak harus memiliki dua alat bukti. “Penyidik sudah memiliki bukti adanya premium tercampur air dan sekarang menunggu keterangan ahli saja,” katanya pada sejumlah wartawan, Selasa (22/5/2012) pagi.

Menurutnya, dengan adanya keterangan dari saksi ahli tersebutlah barulah kasus ini akan dinaikkan statusnya menjadi penyidikan. “Dengan keterangan saksi ahli lah diketahui apakah tercampurnya premium dengan air tersebut ada unsur kesengajaan atau tidak .Jadi apakah pada kasus ini, nantinya akan ada tersangka atau tidak itu semua akan sangat tergantung dengan keterangan saksi ahli,” terangnya.

Polisi sendiri saat ini sudah memeriksa sebanyak tujuh orang saksi, baik dari pihak SPBU, pemilik kendaraan, sopir maupun kondektur dan tentunya pihak pertamina. Dalam kasus ini polisi menerapkan Undang-undang Migas tahun 2001.

Hingga saat ini SPBU Karang Jangkong belum diperbolehkan untuk menjual premium dan hanya boleh menjual pertamax saja karena tidak ada masalah.