Puluhan massa Gubuk Rambut Petung unjukrasa depan PN Mataram

Mataram, MATARAMnews – Puluhan massa yang berasal dari masyarakat Gubuk Rambut Petung, Pelangan Sekotong, Lobar, datangi Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Rabu pagi. Mereka menggelar aksi unjukrasa terkait dengan keberadaan masyarakat adat pancoran salat (KEMAS PASAL). Dimana  menurut massa bahwa di Gubuk Rambut Petung Pelangan tidak mengakui keberadaan masyarakat adat pancoran salat yang ada hanya adat gubuk saja. “Jadi tidak ada ketua adat Pancoran Salat, itu palsu,”kata Agus Kamarwan, koordinator aksi dalam orasinya.

Massa juga menyebutkan bahwa keberadaan sekelompok orang yang menamakan dirinya KEMAS PASAL yang dimotori oleh Basri dan LABKI disebut sebagai propokator yang memecah belah persatuan adat gubuk Rambut Petung. Karena itu massa menuntut agar aparat penegak hukum juga menangkap terhadap dua orang yang selama ini diduga menjadi propokator yaitu Sri Sudarjo dan Kusnaini.

Aksi ini dilakukan oleh masyarakat yang mengaku berasal dari Tokoh Adat (Toga) gubuk dan tokoh masyarakat dan pemuda tersebut saat sedang digelarnya persidangan terhadap ketua adat Pancoran Salat Basri. Dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari masyarakat.

Saat sedang berlangsungnya aksi unjukrasa tersebut, puluhan masyarakt adat pancoran salat juga mendatangi Pengadilan Negeri Mataram, namun kehendak mereka untuk menghadiri langsung persidangan tidak tercapai pasalnya mereka tertahan agak jauh dari pengadilan, polisi sengaja menjauhkan lokasi kedua massa yang berbeda tersebut guna menghindari terjadinya benturan yang tidak diinginkan.

Sementara, dalam aksi tersebut masyarakat Rambut Petung juga membawa beberapa spanduk yang bertuliskan, “Basri ketua adat gadungan hukum seberat-beratnya, tangkap dan adili Sri Sudarjo dan Kusnaini karena menjadi provokator dan biang kerusuhan dan keresahan masyarakat Rambut Petung desa Pelangan dan juga disebutkan dalam spanduk tersebut yaitu komunitas adat Kemas Pasal adalah komunitas adat gadungan/palsu mengatasnamakan adat untuk menipu rakyat dan merampas hak orang lain.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !