Rapat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pemkot Mataram

Mataram, MATARAMnews – Sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Mataram sangat dibutuhkan. Terkait dengan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram pada tahun 2012 ini mendapatkan anggaran untuk penataan RTH yang bersumber dari APBN sebesar Rp. 17 miliar.

Pernyataan itu dilontarkan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi NTB, HL. Imam Hambali dalam rapat RTH di ruang kenari lingkup kantor Walikota Mataram Jumat (25/5) yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram, Ir. H. Efendi Saswito yang dihadiri kepala satuan perangkat kerja daerah lingkup Pemkot Mataram.

Dijelaskan HL. Imam Hambali anggaran sebesar Rp. 17 miliar tersebut dibagi dalam tiga satuan kerja (Satker), yakni Satker Penataan bangunan lingkungan dengan lima kegiatan, meliputi revitalisasi kawasan Cakranegara khusus di kawasan Mayure, selanjutnya pembangunan dan penataan Taman Selagalas tahap ke dua, kemudian penataan RTH di kawasan Taman Rekreasi Loang Baloq (TRLB) tahap ke dua, pembangunan RTH Pagutan dan Pembangunan sarana prasarana penanggulangan kebakaran di Kota Mataram.

Sementara Satket Penyehatan Lingkungan Permukiman akan melaksanakan dua kegiatan, yakni pembangunan sistem drainase perkotaan dan pembangunan resapan sampah terpadu. Sedangkan untuk Satker Kawasan Permukiman akan melaksanakan dua kegiatan, yaitu pembangunan infrastuktur kawasan kumuh di Kelurahan Dasan Agung dan pembangunan infrastruktur Rumah Sehat (RSH) di Kelurahan Pagutan dan Jempong. “Mengingat semua program tersebut akan dilaksanakan oleh Satker di Dinas PU tingkat Propinsi NTB, arahan dan masukan dari Pemkot Mataram sangat kami harapkan, agar program tidak tumpang tindih, dan tepat sasaran,” katanya.

Menanggapi hal itu Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram Ir. H. Efendi Eko Saswito memberikan beberapa masukan kepada tim dari Propinsi NTB, diantaranya untuk pembangunan RTH di kawasan Pagutan, agar gapura serta akses jalan masuk ke RTH lulus sehingga jalan Lingkar Selatan menjadi jalan utama. “Dari estetika, itu akan lebih terihat cantik dan menarik,” imbuhnya.

Sedangkan untuk di kawasan TRLB dapat dikoordinasikan dengan pihak ke tiga, mengingat TRLB dalam tahun 2012 ini akan segera di bangun oleh pihak ke tiga. “ Tapi kami berharap tim propinsi bisa membangun di bagian utara kolam, yakni nenambahan tiga kolam kecil-kecil yang melambangkan adanya tiga gili (Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan) di Pulau Lombok,” pintanya.

Sayangnya hal itu tidak bisa dilaksanakan oleh Satker Penataan Pembangunan Lingkungan, mengingat lokasi lahan yang tidak mencukupi dan kondisi tanah yang labil.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !