Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Dedi Irawan SH

Mataram, MN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) tuntut satu tahun penjara pidana terhadap 9 (sembilan) terdakwa pelaku penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya korban Zaenal Abidin.

Tutnutan pidana penjara terhadap sembilan terdakwa yang merupakan oknum anggota Polres Lombok Timur (Lotim) tersebut disampaikan dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU Sri Haryati SH, Widyawati SH dan I Ketut YogI S.SH, di Pengadilan Negeri Selongi pada Senin (30/3/2020) siang.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB Dedi Irawan SH mengatakan dalam tuntutannya JPU menuntut terhadap para terdakwa karena telah melakukan penganiayaan secara bersama sama mengakibatkan matinya orang lain yang dilakukan oleh 9 oknum anggota Kepolisian Resor Lombok Timur terhadap korban Zainal Abidin (alm).

“ke 9 oknum anggota Polres Lotim tersebut dituntut dengan tuntutan bahwa para terdakwa terbukti melanggar Dakwaan Kedua yaitu Pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP yaitu penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang lain dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun bertempat di ruang sidang Pengadilan Negeri Selong,” terang Dedi di Mataram, Senin (6/4/2020).

Bahwa para terdakwa didakwa dengan bentuk dakwaan alternatif yakni dakwaan kesatu Pasal 170 ayat (2) ke-3 atau kedua Pasal 351 ayat (3) Jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP.

Menurutnya sidang dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Achmad Irfir Rochman SH MH, hakim anggota 1 Yakobus Manu SH dan hakim anggota 2 Timur Agung Nugroho SH M Hum, serta Panitera Pengganti (PP) adalah Juliani, Mohtar, dan Harun, sedangkan para terdakwa didampingi oleh Penasehat Hukum Masrin SH dan I Made Yasa SH.

Dedi menambahkan bahwa berkaitan dengan adanya pernyataan keberatan dari Penasehat Hukum Korban merupakan hal yang wajar namun pihak Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Lombok Timur telah menuntut berdasarkan pada fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, dengan memperhatikan hal-hal yang meringankan para terdakwa yakni bersikap sopan di persidangan.

Bahwa didalam persidangan terungkap tidak ada motif pelaku untuk melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, demikianpula niat jahat atau mensrea para terdakwa tidak terungkap dalam persidangan oleh karena yang melakukan penganiayaan justru korban yang melakukan pemukulan terhadap terdakwa I yang pada saat itu sedang berada didalam mobil Patwal dengan pakaian seragam lengkap, dan pada saat itu korban berteriak mana motor saya selanjutnya Terdakwa I turun dari Mobil dan bertanya agar bersikap sopan namun korban malah memukul terdakwa hingga terjatuh ke tanah kemudian korban Kembali memukul terdakwa dalam posisi berada dibawah sehingga terdakwa I berteriak meminta tolong kemudian datanglah petugas kepolisian lainnya yang berusaha melerai namun saksi berontak dan melawan sehingga para petugas berusaha melumpuhkan dengan cara melakukan pemukulan terhadap korban sehingga korban mengalami luka-luka yang selanjutnya korban dirawat di Rumah Sakit Umum Selong dan meninggal dunia pada hari ke-5 (lima), seandaipun korban masih hidup bisa dipidana melakukan penganiayaan dan perlawanan terhadap penegak hukum yang sedang melaksanakan tugas.

Bahwa penuntut Umum menuntut terdakwa selama 1 tahun penjara karena lebih dominan hal-hal yang meringankan bagi para terdakwa antara lain para terdakwa menyesali perbuatannya, para terdakwa belum pernah dihukum, para terdakwa selaku anggota Polri hanya bermaksud menjalankan protokol pimpinan terkait pengamanan terorisme dikarenakan adanya serangan terlebih dahulu secara tiba-tiba dari korban serta maraknya tindakan terror terhadap institusi Polri di berbagai daerah, para terdakwa merupakan tulang punggung keluarga, para terdakwa telah berdamai dengan keluarga korban, para terdakwa melalui institusi Polri telah meminta maaf kepada keluarga korban serta telah memberikan santunan terhadap keluarga korban dan adanya surat pernyataan dari orangtua korban yang tidak menuntut pihak manapun atas kematian korban ke jalur hokum, sedangkan hal memberatkan perbuatan para terdakwa mengakibatkan korban Zainal Abidin meninggal dunia.

(mn-07)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !