Rektor Unram, Prof. Dr. Lalu Husni, SH.,M.Hum, menyerahkan bantuan sembako kepada mahasiswa ADik Papua dan Daerah 3T

Mataram, MN – Universitas Mataram (Unram) memberikan bantuan berupa paket sembako kepada 74 orang mahasiswa Afirmasi ADik Papua dan Daerah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal) yang sedang menjalani studi di Unram.

Bantuan paket sembako berupa beras, mie instant, telur, minyak goreng dan roti kaleng diserahkan secara langsung oleh Rektor Unram.

Rektor Unram, Prof Dr Lalu Husni SH MHum mengatakan pemberian bantuan paket sembako tersebut sebagai wujud kepedulian Unram dalam membantu mahasiswa akibat wabah Covid-19.

“Mereka ini mendapatkan beasiswa dari pemerintah pusat, namun mengalami keterlambatan pencairan dana disebabkan karena wabah Covid-19,” kata Rektor Unram, Minggu (12/4/2020).

Dimana para mahasiswa tersebut kuliah melalui program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) yang merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi lulusan Sekolah Menengah Atas atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan akses pendidikan tinggi.

Program ADik ini sendiri merupakan bentuk keberpihakan pemerintah untuk membantu perguruan tinggi mencari dan menjaring calon mahasiswa dari daerah Papua dan Papua Barat serta daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Program ADik sendiri bertujuan: (1) meningkatkan akses pendidikan tinggi di daerah Papua, Papua Barat dan 3T; (2) meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi; (3) meningkatkan pemerataan pendidikan tinggi; (4) memperluas wawasan kebangsaan bagi penerima beasiswa ADik; (5) meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi; dan (6) memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari daerah yang terkena bencana alam dan kehilangan akses pendidikan tinggi untuk melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi di daerah lain.

Program ADik dikelola oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sekarang Kemdikbud melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) bersama Perguruan Tinggi sebagai pengelola dan penyelenggara pendidikan.

Dimana pemerintah menyediakan biaya pendidikan, biaya hidup, dan pembinaan atau pembimbingan belajar secara khusus, agar mahasiswa peserta program beasiswa ADik dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dengan tuntas dengan hasil yang baik di Perguruan Tinggi terbaik.

“Harapan kami semoga beasiswa Afirmasi ADiK Papua dan 3T segera bisa cair sehingga tidak menimbulkan permasalah terutama biaya hidup bagi mereka selama wabah Covid 19,” pungkasnya.

(mn-07)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !