Warga Menemeng blokir jalan

Loteng, MATARAMnews – Warga Desa Menemeng, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (30/05/2012) yang tergabung dengan dua LSM, Aspirasi NTB dan Walhi NTB melakukan pemblokiran jalan utama di daerah, terkait adanya Tambang Galian Pasir Ilegal.

Ketua Korlap dari LSM, Murdani Sip,MH, mengatakan jika permasalahan penambangan ilegal ini diteruskan maka yang dirugikan tentu saja msyarakat kami warga Menemeng, pasalnya tambang galian pasir yang sudah hampir dikeruk selama dua tahun lebih itu telah merusak lingkungan yang berdampak terhadap kekeringan lahan warga, apalagi dari penambangan liar tersebut kendaraan Dam pengangkut yang seharinya bisa mencapai 500 kendaraan jenis Dam tersebut juga mengakibatkan rusaknya kondisi jalan di Desa Menemeng.          

Ditambahkannya, apabila Bupati dalam dua hari ini masih melakukan pembiaraan maka mereka akan melakukan aksi demo dengan mendatangi kantor Bupati Loteng. ”Jika tidak ada tindakan dari pemerintah untuk menghentikan Tambang Galian Ilegal ini, maka kami akan melakukan aksi tuntutan dengan mendatangi kantor Bupati,” ungkapnya.

Lanjut Murdani, swkatnya jarak antara warga dengan lokasi galian tersebut hanya berjarak 150 km ke depan dari lokasi penggalian atau tambang pasir. Dan sudah hampir 10 Ha yang mereka gali selama hampir dua tahun ini. ”Sudah hampir 10 hektar lebih wilayah penggalian pasir mereka lakukan yang tentu saja akan berdampak terhadap lingkungan yakni seperti kekeringan di desa kami”, Jelasnya.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !