Aksi mahasiswa IAIN Mataram menututp ruang perkuliahan

Mataram, MATARAMnews – Aksi unjukrasa Aliansi Mahasiswa dan BEM menggugat, di kampus IAIN Mataram diwarnai kericuhan. Aksi yang digelar mahasiswa ini sudah memasuki  hari ketiga, sempat diwarnai penolakan dari mahasiswa setempat.

Penolakan yang berbuntut kericuhan tersebut terjadi ketika aksi mahasiswa pada hari yang ketiga ini melakukan penyegelan ruang perkuliahan di Fakultas Tarbiyah. Dimana salah seorang mahasiswa dengan tegas meminta pada rekannya yang sedang melakukan aksi untuk tidak melakukan penyegelan, namun permintaan tersebut tidak juga diindahkan.

Alhasil, aksi saling dorong antara mahasiswa yang menggelar aksi dengan mahasiswa yang menolak aksi tersebut tidak dapat dihindari, bahkan sempat terjadi saling kejar hingga kedalam ruang perkuliahan, namun kejadian tersebut langsung dihalau oleh mahasiswa lainnya. “Silahkan kalian aksi namun jangan menyegel ruang kuliah karena mahasiswa lainnya mau kuliah,” pintah Tambehwadi pada ketua BEM Syariah.

Namun saying, permintaan tersebut tidak dihiraukan, bahkan Tambehwadi sempat meminta pada mahasiswa lainnya untuk menolak aksi penyegelan tersebut. “orang tua kita cari uang untuk bayar uang kuliah bukan mereka ini yang biayai kuliah kita,”katanya dengan suara lantang.

Namun, aksi adu mulut tersebut tidak berlangsung lama karena mahasiswa yang melakukan aksi yang dikoordinir oleh Korlap aksi Mugni memilih meninggalkan ruang kuliah dan melanjutkan aksinya di depan kantor Rektorat.

Aksi Mahasiswa ini, masih menuntut seperti apa yang menjadi tuntutan mereka pada aksi sebelumnya yaitu mulai dari dipenuhi sarana dan prasarana perkuliahan, bahkan hingga meminta Rektor untuk memecat dosen dan karyawan yang tidak peduli pada mahasiswa, namun hanya mementingkan diri sendiri dengan menjalankan proyek-proyek.

Sementara itu, aksi didepan kantor Rektorat juga diwarnai dengan pembakaran ban bekas bahkan hingga  Ketua BEM Syariah, Syamsul Rijal yang tidak bisa menahan emosinya, karena kecewa terhadap perkataan yang telah disampaikan oleh Pembantu Rektor II terhadap dirinya yang dianggap telah melecehakan dirinya.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !