Bupati Lombok Tengah, H. M. Suhaili FT.. SH.

Lombok Tengah, MN – Bupati Lombok Tengah mengeluarkan maklumat bersama terkait panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah, serta aktifitas lainnya di masa pandemi Covid-19.

Maklumat Bersama Forkopimda ditandatangani oleh Bupati Lombok Tengah H M Suhaili FT SH, Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Ely Rahmawati, Ketua DPRD Lombok Tengah M Tauhid, Kapolres Lombok Tengah AKBP Budi Santosa dan Dandim 1620/Lombok Tengah Letkol CZI Prastiwanto SE Mipol.

Maklumat Bersama itu diterbitkan berdasarkan hasil rapat evaluasi penanganan Covid-19 menjelang Idul Fitri 1441 H, yang diselenggarakan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Loteng, di Pendopo Bupati Lombok Tengah Senin (18/5/2020).

Rapat evaluasi itu dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala OPD lingkup Pemkab Lombok Tengah, MUI, Dewan Masjid Indonesia, Kepala Kantor Kementerian Agama dan Camat se-Lombok Tengah.

Maklumat bersama yang menunjuk SK Gubernur NTB Nomor 003.2-504 Tahun 2020 tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 syawal 1441 H di tengah pandemi wabah Covid-19, tanggal 19 Mei 2020, maka ditetapkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan ibadah selama Bulan Ramadhan dan sholat idul fitri 1441 H, tetap mengacu pada maklumat bersama Forkompimda Lombok Tengah terkait panduan Ibadah Ramadhan dan idul fitri 1 syawal 1441 H dalam rangka ikhtiar pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Lombok Tengah, tanggal 28 april 2020, yang di antaranya menegaskan agar ibadah sholat jumat diganti shalat dzuhur di rumah masing-masing, tidak melaksanakan pawai takbiran melainkan dilaksanakan di rumah masing-masing tanpa melibatkan banyak warga, sholat idul fitri tetap dilaksanakan di rumah masing-masing, dan tidak menggelar kegiatan silaturahim atau halal bihalal, baik di masjid atau musholla dan di tempat-tempat umum lainnya.
  2. Perayaan lebaran topat ditiadakan.
  3. Pusat perbelanjaan dan toko-toko pakaian untuk sementara ditutup sampai waktu yang akan ditentukan kemudian.
  4. Pasar harian diputuskan tetap beraktivitas, dengan syarat menerapkan protokol kesehatan Covid-19. sedangkan pasar mingguan ditutup
  5. Seluruh tempat wisata di kabupaten lombok tengah ditutup.
  6. Mengantisipasi akan pulangnya pekerja migran indonesia (pmi) asal lombok tengah sebanyak kurang lebih 3000 orang, akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan saat kedatangannya, dan karantina kecamatan maupun desa harus disiapkan.
  7. Untuk menjaga situasi masyarakat tetap terkendali, diterapkan sistem PSBD (Pembatasan Sosial Berskala Dusun) dalam artian di masing-masing dusun agar mengawasi dan membatasi mobilitas orang yang masuk ke dusunnya.

Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah H L Herdan Msi saat memberikan keterangan membenarkan Bupati Lombok Tengah H M Suhaili FT SH telah mengeluarkan Maklumat Bersama Forkopimda dan masyarakat di minta menaatinya.

“Ada sanksi tegas bagi pihak pihak yang melanggar Maklumat Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lombok Tengah terkait panduan Ibadah Ramadhan, Idul Fitri 1 Syawal 1441 H / 2020 M dan aktifitas lainnya dalam rangka ikhtiar Pencegahan Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Lombok Tengah,” ujar Herdan.

Sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik secara berlebihan, namun tetap meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti arahan dan imbauan resmi pemerintah.

(mn-08)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !