KLU, MATARAMNews – Untuk menganalisa status hukum lahan Terawangan Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara yang dicaplok PT.WAH, pansus Terawangan dalam waktu dekat ini akan menghadirkan pakar hukum Universitas Mataram dan Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta,
untuk membuka peluang menyeret kasus tersebut ke ranah hukum.

Sekretrais Pansus Terawangan, Ardianto, SH (24/6/2012) mengatakan, sesuai rencana yang sudah diagendakan,  pansus akan menghadirkan sejumlah pihak pada sabtu mendatang, diantaranya pengamat hukum, pengacara independent dan juga mengundang hakim tindak pidana kurupsi (Tipikor), kita harap ada titik terang kasus ini.

Dalam agenda pertemuan nanti, lanjut Ardianto, pansus bersama pihak-pihak terkait tersebut, akan mencoba menelaah dan mengkaji kembali lebih dalam indikasi penelantaran lahan seluas 13, 9 hektar yang kini diklaim menjadi milik PT.WAH.

Dikatakannya, sejak bebeapa minggu ini, pansus intens membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang berkompeten, termasuk Indonesia Coruption Watch (ICW). Dan alhamdulillah mereka menunjukkan antusias mereka untuk membantu pansus dalam menyelesaikan persoalan ini. Terlebih banyak hal yang kami sampaikan terkait data dan fakta administrasi pada saat pansus bertemu di Jakarta bebeapa waktu lalu.

‚ÄúPansus tetap berkomitmen untuk terus memperjuankgkan aset negara yang kini posisinya terancam dikuasai pihak yang tidak jelas, sesuai dengan hasil rekomendasi yang sudah diterbitkan, dimana baik perorangan atau lembaga, diberikan kesempatan untuk melanjutkan kasus ini ke ranah hukum,” tegasnya lagi.

Menyikapi berlanjutnya pemberian konpensasi lahan oleh PT.WAH kepada 42 warga Terawangan, Ardianto mengatakan, tidak masuk pada tataran kesepakatan konpensasi itu, namun pansus hanya berbicara pada kontek penguasaan lahan oleh PT.WAH, yang kini terindikasi dipindah tangankan
ke PT SSL.

Ditempat terpisah, Kepala Bagian Humas dan Protoler KLU, Drs Jumarep, mengatakan, hingga saat ini proses pembagian lahan konpensasi untuk 42 warga Terawangan belum dilakukan. Dan rencananya akan menggunakan sisitem cabut lot atau diundi.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !