Pelaku sedang melakukan reka ulang pembunuhan

Mataram, MATARAMnews – Satuan Reskrim Polres Mataram gelar rekonstruksi pembunuhan terhadap, Nizam Bages (31) warga Sukaraja Barat, Ampenan, Senin (25/6/2012) pagi. Pada rekonstruksi tersebut tidak kurang dari 24 reka adegan yang diperagakan tersangka SI warga Karang Taliwang, Cakranegara, bertempat di jalan Imam Bonjol Thopati Cakranegara.

Rekonstruksi itu dilakukan di dua tempat, yaitu mulai dari tempat pertemuan kedua korban dengan tersangka didepan sebuah tempat pencucian motor. Kemudian bergeser ke sebuah tanah kosong yang tidak jauh lokasi pertemuan tersebut. Ditanah kosong itulah tersangka menghabisi nyawa korban dengan cara menghantam kepala menggunakan benda keras dan menusuk leher korban dengan besi yang didapat disekitar lokasi.

Diketahui dari reka ulang tersebut, aksi perlawanan yang dilakukan oleh tersangka ini setelah korban memaksa tersangka untuk melakukan oral sebanyak dua kali. Saat rekastruksi tersebut, tersangka didampingi oleh Panesehat Hukumnya dan dipantau langsung oleh Kapolres Mataram.

Jalannya rekonstruksi juga menjadi perhatian dari warga dan keluarga dari tersangka akibat banyaknya warga yang menontot membuat arus lalu lintas macet dan bahkan petugas beberapa kali meminta warga untuk memberi ruang pada petugas yang hendak melakukan rekonstruksi.

Ditemui dilokasi Rekonstruksi, Kasat Reskrim, AKP Lalu Salehudin, mengatakan bahwa rekonstruksi ini dilakukan guna untuk mencari fakta-fakta baru selain yang disampaikan dalam pemeriksaan.

“Apa yang disampaikan dipemeriksaan sama dengan di rekonstruksi,” katanya. Namun ada yang diperbaiki oleh tersangka yaitu letak barang bukti ketika diambil oleh tersangka. Salehudin juga membenarkan tersangka melakukan perbuatan karena ada persoalan antara korban dengan tersangka. Ditambahkannya bahwa selama berjalannya rekonstruksi tersangka sangat kooferatif.

Sementara itu, Penasehat Hukum tersangka, I Ketut Sumartha, mengatakan bahwa tersangka ini terpaksa melakukan perlawanan karena tidak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh korban.

Dikatakannya pula bahwa tersangka ini mempunyai  riwayat mengalami gangguan jiwa. “Tersangka ini punya kartu kuning karena pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa,” katanya. Bukti ini nantinya akan diajukan didepan persidangan.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !