Pelaku yang tertembak saat melarikan dalam penggrebekan, dirawat di RS Bhayakara

Mataram, MATARAMnews – Petugas Satuan Narkoba Polres Mataram berhasil amankan ganja seberat 7,8 kg berasal dari Aceh ketika menggerbek rumah bandar narkoba yang teletak di Jalan Gunung Pengsong, Lingkungan Gapuk, Kecamatan Selaparang, Mataram.  Barang-barang yang diamankan telah dibungkus menjadi 8 bungkus kemudian dibungkus dengan menggunakan lakban warna coklat.

Selain berhasil mengamankan ganja bernilai  puluhan juta rupiah tersebut juga ikuti diamankan dua orang, namun satu orang berhasil melarikan diri dari penggerbekan yang dilakukan pada Sabtu (23/6/2012) sekitar pukul 11.30 wita.

Satu diantara yang berhasil diamankan diindikasikan sebagai oknum anggota Polri berinisial M dan satu orang sipil berinisial H. Namun ketika  dilakukan penggerbekan oleh petugas dari Satuan Narkoba,  H  terpaksa harus dilumpuhkan karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap sedangkan pemilik rumah yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang haram tersebut berhasil meloloskan diri dan kini masih dalam pengejaran.

“Dua orang berhasil diamankan diantaranya orang yang diindikasikan sebagai anggota Polri,” kata Kapolres Mataram melalui Kasubag Humas, AKP Arif Yuswanto, ketika dijumpai oleh sejumlah wartawan, Senin (25/6/2012) siang di Mapolres Mataram.

Menurutnya, orang yang diduga sebagai anggota tersebut saat dilakukan penggerbekan berada disekitar rumah tersebut, sedangkan dua orang lagi berada didalam rumah, namun satu berhasil melarikan diri dan satu lagi terpaksa dilumpuhkan.

“Petugas terpaksa menembak H karena melawan ketika diamankan,” terangnya. Akibat luka tembak dikaki kirinya kini H harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB.

Masih menurut Arif,  oknum yang diindikasikan sebagai anggota tersebut masih menjalani pemeriksaan termasuk apakah M tersebut benar-benar anggota termasuk juga apa perannya hingga berada ditempat tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan terhadap M,” ungkapnya. Saat ini M sendiri sudah diamankan di Polres Mataram demi kelancaran proses penyelidikan.
Keberhasilan atas penggerbekan tersebut setelah sebelumnya petugas telah mendapatkan informasih dari masyarakat bahwa ada ganja yang masuk ke Mataram berasal dari Aceh.  Arif juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pandang bulu terhadap siapa saja yang terlibat dengan narkotika.

“Kita tidak akan pandang bulu terhadap siapa saja dan akan diproses secara hukum,”tegas mantan Kapolsek Mataram ini. Jika terbukti, mereka yang diamankan ini akan dijerat dengan Pasal 115, pasal  113, pasal 111 (2), pasal 127 (1) Undang-undang 35 Tahun 2009 dengan  ancaman 5 tahun penjara.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !