Nurdin Dino SH, kuasa hukum pemilik enam truk yang diamankan petugas DInas LHK NTB

Mataram, MN – Kuasa Hukum pemilik kendaraan truk yang diamankan petugas KPH Rinjani Timur Lotim saat sedang memuat kayu olahan dalam bentuk balok dari wilayah kabupaten Dompu menuju Pulau Lombok, mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB.

Kedatangan Kuasa Hukum dari pemilik truk tersebut tidak lain untuk bertemu langsung dengan penyidik yang menangani kasus yang terjadi pada tanggal 12 dan 13 Mei 2020.

“Saya selaku kuasa hukum datang untuk hearing atau komunikasi,” ucap Nurdin Dino SH, kepada wartawan di Mataram, Rabu (3/6/2020).

Menurut pengacara yang berkantor di Law Office Sasambo ini, dalam komunikasi tersebut dia meminta diantaranya agar enan unit truk yang sampai saat ini masih diamankan bisa dipinjam pakai dan menjamin jika nanti dibutuhkan dalam proses hukum maka siap untuk dihadirkan.

“Kita telah mengajukan permohonan pinjam pakai kendaraan, karena klien saya tidak bisa cari nafkah sejak kendaraannya diamankan,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pertemuan alhasil bahwa truk saat ini belum bisa untuk dipinjam pakai dan meminta agar para sopir bisa dihadirkan untuk dimintai keterangannya.

Karena pihak penyidik (PPNS) beralasan bahwa sampai saat ini kasus yang sudah naik dalam tahap penyidikan tersebut, para sopir belum ada yang datang memberikan keterangan.

Maka dari itu baik dari Kuasa Hukum maupun Penyidik akhirnya sepakat untuk dihadirkan para sopir untuk dimintai keterangannya.

Menurut Kasie Gakkum Dinas LHK dan Kehutanan NTB, Astan Wijaya SH MH, bahwa kasus ini telah masuk dalam tahap penyidikan.

“Kasus ini sudah dikeluarkan sprindik dan SPDP, sudah diberikan pada terlapor,” ucapnya.

Karena itu, dia berharap agar para saksi yang telah dilayangkan surat untuk didengar keterangannya bisa hadir.

Bahkan ada yang telah dilayangkan surat pemanggilan hingga tiga kali namun tidak datang memberikan keterangan karena itu dia berharap agar para saksi bisa memberikan keterangannya.

Disebutkannya bahwa kayu yang diangkut oleh enam unit truk yang beratnya hampir mencapai 100 kubik yang nota angkutannya dikeluarkan oleh UD Darma diduga kayu tersebut tidak mengantongi ijin yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwewenang.

(mn-07)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !