Aksi sholat ghaib mahasiswa dari FMN dan PMII di perempatan lampu merah BI, Jumat (29/6/2012).

Mataram, MATARAMnews – Sehari menjelang kedatangan Wakil Presiden (Wapres) Boediono dalam rangka menghadiri puncak acara Hari Keluarga Nasional ke XIX di Mataram, mahasiswa gelar aksi unjukrasa. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai elemen gelar aksi unjukrasa menolak  kedatangan Wapres Boediono.

Aksi unjukrasa itu digelar oleh Front Mahasiswa Nasional dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bertempat diperempatan lampu merah Jalan Udayana dan jalan Airlangga, Jumat (29/6/2012) pagi.

Sebagai bentuk penolakan atas kedatangan orang nomor dua di Negera ini, dengan melakukan aksi tidur  dan aksi shalat ghoib ditengah jalan. Akibat aksi yang dilakukan tepat ditengah jalan tersebut membuat arus lalu lintas kendaraan yang melewati jalur utama tersebut menjadi macet.

Kedua elemen mahasiswa yang berbeda ini, sama-sama menyatakan penolakan atas kedatangan Wapres Boediono. Karena, mereka menganggap agenda Hari Keluarga ini ada nuansa politik dibalik acara yang dihadiri oleh peserta dari 33 Provinsi dan diperingati tiap tahunnya dan dianggap wujud dari tetap eksisnya pemerintah dalam mengkampanyekan soal keluarga bersama. “Dua anak lebih baik,” yang dianggap bertentangan dengan HAM.

Badarudin, koordinator aksi FMN menyatakan bahwa momen keluarga Nasional di NTB hanya seremoni saja yang tidak berarti apa-apa bagi kehidupan rakyat NTB. “Hanya tameng dalam membicarakan potensi-potensi yang sangat khusus sebagai peluang investasi,” ucapnya.

Bahkan Badarudin menilai dengan dipercayanya TGB (NTB) sebagai tuan rumah Hari Keluarga Nasional kali ini, karena sangat dipercaya oleh SBY.
“Pertemuan ini juga untuk memperlancar program MP3EI,” pungkasnya pada sejumlah wartawan.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !