Lombok Tengah, MN — Polres Lombok Tengah (Loteng) turun langsung ke berbagai pusat keramaian, mulai dari pusat perbelanjaan seperti toko dan pasar, hal itu dilakukan untuk memastikan aktivitas warga harus sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Pusat perbelanjaan baik dari pertokoan hingga pasar di Lombok Tengah memang kini sudah mulai beraktivitas dengan normal. Berbagai lokasi juga saat ini sudah banyak dikunjungi oleh para pembeli.

Ironisnya masih banyak toko yang belum menerapkan protokol kesehatan seperti yang sudah disarankan oleh Pemda Lombok Tengah.

KBO Satuan Narkoba Polres Lombok Tengah, IPTU Bambang menegaskan, pihaknya bersama jajaran kepolisian lainnya memang sengaja untuk turun memantau lapangan untuk memastikan bahwa semua lokasi yang menjadi pusat keramaian, harus tetap mematuhi protokol kesehatan yakni dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan menyediakan tempat cuci tangan bagi para pemilik toko.

“Jadi tim kita bagi menjadi dua untuk mengecek lokasi keramaian, ada yang mengecek lokasi di pertokoan dan pasar yang di seputaran Praya dan ada juga yang mengecek lokasi yang ada di wilayah Kuta. Kita pastikan agar masyarakat yang beraktivitas harus sesuai dengan protokol kesehatan,” ungkap KBO Satuan Narkoba Polres Lombok Tengah, IPTU Bambang saat ditemui di pertokoan Praya, Kamis (25/6/2020).

Dari hasil temuan di lapangan, pihaknya memang menemukan masih banyak warga yang tidak tertib dalam menjaga kesehatan. Bahkan tidak jarang orang tua dengan membawa anak- anak mereka, tapi tetap tidak menggunakan masker atau Alat Pelindung Diri (APD) lainnya. Hal ini tentu akan sangat bahaya untuk kesehatan masyarakat.

“Kita sudah sarankan bagi para pemilik toko yang melihat ada pengunjung tidak menggunakan masker maka agar tidak diperbolehkan masuk. Ini demi menjaga kesehatan kita dari penyebaran virus corona ini,” terangnya.

Begitu juga dengan para pemilik toko, jangan sampai mereka ditemukan lagi tidak menyediakan alat untuk cuci tangan atau hal sejenis lainnya. Pihaknya akan tetap melakukan pemantauan terhadap mereka, untuk menyiapkan penerapan New Normal ini. Jika masih ada toko yang membandel maka pihaknya tidak segan- segan akan melakukan penutupan.

“Kita sudah sampaikan kepada para karyawan agar tetap menyediakan dan mengedepankan protokol kesehatan,” terangnya.

(mn-08)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini