- advertisement -

Mataram, MN – Sesi pertama tes UTBK-SBMPTN Universitas Mataram tahun 2020 telah dilaksanakan. Protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang diterapkan selama tahapan UTBK, diharapkan menjadi contoh menuju new normal life atau tatanan hidup baru. Demikian diungkapkan Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, S.H., M.Hum., Ahad (5/6) pagi, saat melihat langsung pelaksanaan tes di Pusat UTBK Kampus Unram.

“Protokol kesehatan yang kita terapkan secara ketat, baik internal petugas pelaksana maupun terhadap peserta tes UTBK, kami harapkan bisa menjadi contoh menuju tatanan kenormalan baru di NTB,” ucapnya

Didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Agusdin, S.E., M.B.A., D.B.A. dan WR II Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum., Prof. Husni berkeliling ke setiap titik lokasi tes Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN), untuk memastikan penerapan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Apa yang kami lakukan dalam pelaksanaan UTBK ini, dimaksudkan untuk memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19, dan ini sebagai upaya jangan sampai petugas dan peserta terpapar pandemi,” tandasnya.

Sementara WR I Unram Agusdin menyampaikan, pelaksanaan sesi pertama UTBK – SBMPTN Unram 2020 di dua lokasi yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, diikuti oleh sekitar 637 peserta dimana dalam satu hari digelar dua sesi, kecuali hari jumat hanya ada satu sesi saja.

“Sesuai jumlah perangkat komputer yang tersedia di masing masing lokasi, jadi sekitar 450 untuk di Kampus Unram kalau di Sumbawa itu sekitar 187 per sesi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Agusdin kembali menekankan dan mengingatkan, agar peserta melengkapi persyaratan dakan mengikuti tes UTBK-SBMPTN, seperti Kartu Tanda Peserta UTBK-SBMPTN 2020 dan identitas lain seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau SIM, membawa dokumen resmi yang diminta seperti copy ijazah yang telah dilegalisir (bagi peserta lulusan 2018 dan 2019).

“Kalau untuk lulusan tahun 2020 ini, diharuskan membawa Surat Keterangan Lulus asli yang ditandatangani Kepala Sekolah, dilengkapi dengan pas foto terbaru dan dibubuhi cap sekolah serta menempati tempat duduk sesuai dengan nomor meja masing-masing” pesannya.

“Pastikan kelengkapan dokumen yang harus dibawa saat ke lokasi tes, itu yang paling penting, inii dimaksudkan untuk menghindari perjokian,” imbuhnya.

Senada dengan Rektor Prof Husni, Agusdin juga menegaskan agar peserta tetap mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan social distacing (menjaga jarak aman).

“Jaga kesehatan dan hindari kerumunan saat antri,” tegasnya.

Untuk diketahui, dari pantauan di lapangan terkait pelaksanaan hari pertama UTBK-SBMPTN di Kampus Unram, panitia pelaksana telah menyiapkan petugas protokol kesehatan di beberapa titik dilengkapi alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan, dan cairan hand sanitizer serta masker cadangan.

Tampak para peserta UTBK-SBMPTN Unram 2020 juga mengikuti prosedur standar protokol kesehatan dengan tertib.

Ditemui usai menjalani tes UTBK, salah seorang peserta dari Kabupaten Lombok Utara bernama Gempar Nalarjati, megapresiasi dan salut dengan protokol kesehatan yang diterapkan pihak panitia pelaksana.

“Ini yang seharusnya atau selayaknya dilakukan. Jadi kami merasa aman dan tidak was-was dalam mengikuti tes UTBK, kita kan gak tau kalau kita terpapar virus ngeri itu atau tidak. Artinya, antisipasi seperti ini bagus sekali,” ujar Gempar.

(mn-07)