Kondisi salah satu klinik di Gili Trawangan

KLU, MATARAMNews – Tiga Gili yang terletak di Kecamatan Pemenang dikenal sebagai primadona pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sayang,  obyek wisata yang banyak mendapat kunjungan dari turis asing ini tidak diimbangi dengan fasilits kesehatan dan kebutuhan akan air bersih.

Karena minimnya fasillitas kesehatan di Gilli Terawangan, Meno dan Gili Air Desa Gili Indah ini, tidak jarang warga ataupun tamu wisatawan yang menderita sakit parah tak tertolong.  Seperti beberapa kejadian  turis asing dan beberapa ibu hamil (bersalin) meninggal karena terlambat mendapat pertolongan medis.

Kawasan tiga gili selain kawasan yang rentan akan bencana abrasi pantai juga termasuk daerah endemis penyakit malaria, yang membutuhkan obat dan penanganan medis khusus, sehingga menuntut peralatan kesehatan berstandar interasional. HM. Taufik, Kepala Desa Gili Indah jum’at 29 Juni lalu mengatakan, di desa yang dipimpinnya hanya terdapat Pustu yang tidak mampu melayani masyarakat secara maksimal karena petugasnya yang jarang datang.

Demikian juga dengan kondisi bangunannya yang sudah tidak layak pakai, sehingga warga yang sakit terpaksa harus berobat  ke dokter kontrak milik salah satu perusahaan  yang tidak setiap hari dapat melayani masyarakat.

“Kita minta kepada pemerintah  melakukan pemerataan pembangunan termasuk fasillitas kesehatan di Gili Indah”, kata HM Taufik, seusai hearing dengan Komisi I DPRD KLU. Selain persoalan fasilitas kesehatan, warga Gili juga mengalami kekurangan air bersih, sehingga untuk memenuhi kebutuhan warga, terpaksa harus membawa air dari daratan Pulau Lombok.

Kondisi ini diaku oleh Sekdes Gili Indah, Suburudin. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan vital.  Dan untuk satu galon air bersih harus dibeli dengan harga Rp. 10 ribu.

Warga setempat mengharapkan agar pemerintah membangun fasilitas kesehatan yang memadai dan memunuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih. Sebab bila dibandingkan dengan PAD yang disumbangkan kepada pemerintah daerah  yang mencapai Rp. 20 miliar per tahun tidak berimbang dengan pembangunan yang dikerjakan pemerintah di tiga Gili.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !