Kepala BBPOM Mataram, Dra Sri Wahyuningtyas

Mataram, MATARAMnews – Sebuah gudang distributor cosmetik digrebak oleh tim gabungan dari BBPOM Mataram dan Ditreskrimsus Polda NTB, karena diduga membuat dan menjual cosmetik ilegal, Selasa (3/7/2012) siang. Gudang milik seorang pengusaha berinisial Ks, yang terletak dibilangan Jalan Sonokling No 88 C Dasan Griya, Lingsar, Lombok Barat, digrebak karena kedapatan membuat dan memperdagangkan cosmetik yang dapat membahayakan kulit, dengan bahan berbahaya yaitu mercury dan diduga sebagai salah satu distributor cosmetik palsu di NTB.

Tidak kurang dari 75 koli cosmetik bernilai ratusan jura rupiah dari  berbagai macam jenis khusus  untuk pemutih wajah ditemukan di rumah yang disulap menjadi tempat produksi dan pengepakan cosmetik.

Tidak hanya itu, sebuah cosmetik merk terkenal juga ditemukan dilokasi penggrebekan tersebut yang juga dipalsukan. Bahkan tidak tanggung-tanggung pengusaha nakal tersebut demi untuk  menyakinkan konsumen juga menempelkan hologram bertuliskan original dan brosur tentang khasiat produknya.
Rumah yang dijadikan gudang  sekaligus sebagai pabrik cosmetik palsu tersebut berdampingan dengan gudang cosmetik legal yang juga merupakan milik si penguhasa nakal ini. Penggerbekan yang diawali dari penyelidikan beberapa bulan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BBPOM Mataram dan didampingi oleh Penyidik PNS dari BBPOM dan anggota Ditreskrimsus Polda NTB.

“Dari hasil temuan  ada 75 koli kosmetik palsu,” kata Kepala BBPOM Mataram, Dra Sri Wahyuningtyas, ketika ditemui dilokasi penggerbakan. Menurutnya, gudang sekaligus tempat pembuatan kosmetik ilegal tidak mempunyai ijin edar dan produknya mengandung bahan bahaya mercury.
“Mercury bisa menyebabkan kanker kulit, kulit wajah menjadi hitam,” terangnya.

Adapun modus yang digunakan oleh si pengusaha nakal ini, adalah bahan-bahan untuk membuat cream pemutih wajah tersebut dimasukkan kedalam satu wadah besar kemudian diaduk hingga merata kemudian dimasukkan kedalam tempat cosmetik dan dipak, masing-masing satu lusin dan siap untuk dipasarkan.

Masih menurut, Sri bahwa pengungkapan keberadaan gudang cosmetik palsu tersebut setelah dilakukan penyelidikan beberapa bulan atas temuan cosmetik palsu yang beredar di Lotim dan Sumbawa.

“Kita menemukan di Lotim dan Sumbawa, setelah pengembangan mengarah dari sini,” tegasnya. Kemudian, cosmetik palsu sebanyak 75 koli yang setiap 1 kolinya berisikan 200 lusin dengan harga ratusan juta dan rekaman CCTV bersama dengan si pengusaha nakal tersebut kemudian dibawa  menujuh BBPOM Mataram. Si pengusaha nakal ini atas perbuatannya dapat dijerat dengan  Undang Undang Kesehatan No 36 Tahun 2009.

Sementara itu, Ks yang dikonfirmasi tidak mau disebutkan bahwa yang diamankan tersebut merupakan produk ilegal. Karena ketika ditanya bagaimana pendapatnya dijawabnya dengan singkat dan meminta wartawan untuk berpikir.

“Ini tidak benar, pikir sendiri,” katanya dengan singkat sambil berlalu menghindari wartawan yang coba untuk mengkonfirmasinya.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !