Minim, Kesadaran Warga Memelihara Hasil Pembangunan PNPM

MATARAMnews (KLU) – Bila merujuk pada tujuan awal dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), tentu sepatutnya kita bersyukur, karena salah satu tujuan dari program ini adalah pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran.

{xtypo_info}FOTO: Fasilitator Kabupaten (Faskab) PNPM Lombok Utara, Baiq Nurhayati, Sp,{/xtpo_info}

Sayang tingkat kesadaran warga dalam memelihara pembangunan yang didanai PNPM masih minim. Ini dikarenakan masih adanya sebagian warga beranggapan, bahwa biaya pembangunan dikeluarkan pemerintah yang bila rusak akan cepat diperbaiki.

Hal ini diakui oleh Fasilitator Kabupaten (Faskab) PNPM Lombok Utara, Baiq Nurhayati, Sp, ketika ditemui di sela-sela kesibukannya melakukan monitoring di Desa Sambik Elen, 11/10/11. Menurutnya, dalam aturan jika pembangunan seperti rabat jalan dan lainnya sudah selesai dibangun, minimal harus menunggu 14 hari baru bisa digunakan. Namun yang terjadi malah sebaliknya, belum apa-apa sudah dilalui kendaraan.

“Sekuat apapun bangunan itu bila kita tidak bersama-sama menjaga kelestariannya, tentu akan sia-sia. Sebut saja misalnya, bangunan rabat jalan yang hanya diperuntukkan untuk pejalan kaki dan sepeda motor, namun yang melintasinya malah dum truk yang kapasitasnya tidak sesuai dengan kekuatan jalan yang dibangun”, katanya.

Ini juga diakui Fasilitator Tehnik (FT) PNPM Kecamatan Bayan, Syahrul Yani, ST. “Pemeliharaan bangunan yang didanai PNPM perlu terus disosialisasikan, jangan sampai bangunan itu  disia-siakan atau dilintasi oleh mobil yang tak sesuai dengan kapasitas rabat yang kita bangun”, jelas Yani.

Pantauan Mataramnews di beberapa rabat jalan yang dibangun dengan dana PNPM pada tahun lalu, kini sudah banyak yang rusak. Hal ini dikarenakan minimnya kesadaran masyarakat untuk memelihara pembangunan tersebut.

Selain itu, hampir setiap hari warga mengeluh dan menilai kalau pembangunan yang dikerjakan PNPM asal-asalan dan cepat rusak. Padahal jika dilihat dilapangan, para pelaku kegiatan sudah berusaha sekuat tenaga memamfaatkan dana yang ada untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan.

Karenanya, baik Faskab maupun FK dan pelaku kegiatan ditingkat desa sangat mengharapkan peran serta masyarakat baik dalam pengawasan pekerjaan maupun pemeliharaan pembangunan yang didanai PNPM, sehingga apa yang dihasilkan dari pembanguanan tersebut  dapat dimamfaatkan dengan sebaik-baiknya.

(Laporan: Aari | Lombok Utara)

Bagikan :