Mataram, MN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mataram terus melakukan sosialisasi terkait dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden Nomot 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dimana sebelumnya pemerintah pusat telah menaikkan iuran BPJS Kesehatan melalui Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019, merupakan perubahan pertama dari Pepres Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Adapun pokok kebijakan dan regulasi turunan Pepres Nomor 64 tahun 2020 memuat kontribusi pemda atas pembayaran iuran PBI Jaminan Kesehatan, iuran peserta PBPU dan BP Kelas III yang didaftarkan oleh pemda, bantuan iuran PBPU dan BP Kelas III, program keringanan pembayaran tunggakan JKN, dan denda layanan.

Besaran iuran yang dibayar untuk peserta PBPU dan BP pada bulan Januari-Maret 2020 berdasarkan Pepres Nomor 75 tahun 2019 yakni Kelas I Rp.160.000, Kelas II Rp.110.000 dan Kelas III Rp. 42.000.

Sedangkan, iuran yang dibayar peserta PBPU dan BP pada bulan April – Juni 2020 kembali mengacu pada Pepres Nomor 82 tahun 2018 yakni sebesar Rp.25.000, untuk Kelas III Rp. 51.000, untuk peserta Kelas IIm dan Rp. 80.000 untuk Kelas I.

Kepala Bidang perluasan, pengawasan, pemeriksaan peserta BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Juluanta Kaibun,mengatakan bahwa Pepres Nomor 64 Tahun 2020 mulai diterapkan pada bulan Juli dan besaran iuran peserta PBPU dan BP mulai Juli 2020 berubah menjadi Rp. 150.000, untuk Kelas I, Rp. 100.000 untuk Kelas II, dan Rp. 42.000 untuk Kelas III.

“Tetapi untuk peserta PBPU dan BP Kelas III untuk bulan Juli-Desember 2020 tetap membayar sejumlah Rp. 25.500 karena sebesar Rp.16.500 nya disubsidi oleh pemerintah pusat,” jelasnya kepada sejumlah media, Sabtu, (12/9/2020) kemaren.

Namun, lanjutnya, mulai tahun 2021 dan seterusnya, peserta PBPU dan BP Kelas III membayar iuran sebesar Rp.35.000 per bulan, selisih sebesar Rp7.000 disubsidi oleh pemerintah pusat sebesar Rp. 4.200, dan pemerintah daerah sebesar Rp. 2.800.

“Bantuan subsidi diberikan bagi peserta berstatus aktif,” Ungkapnya.

BPJS Kesehatan memberikan relaksasi iuran bagi peserta yang melakukan penunggakan pembayaran, dengan membayar iuran tertunggak paling banyak 6 bulan, kepesertaan peserta sudah aktif kembali.

“Namun sisa tunggakan tetap dibayar oleh peserta paling lambat tahun 2021,” pungkasnya.

(mn-07)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini