Kapolsek Lenangguar, Ipda. Wayan Sukahanaya

Sumbawa, MATARAMnews  – Kapolsek Lenangguar, Ipda. Wayan Sukahanaya menegaskan bahwa Polri akan bersikap professional, bila aksi unjukrasa sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam gerakan Forum Masyarakat Lingkar Tambang (FMLT) Lenangguar, dilakukan secara damai tanpa anarkis.

Meski demikian,  petugas kepolisian pun menghimbau agar gerakan tersebut tidak sampai merusak fasilitas milik perusahaan PT. NNT.  Apalagi, sampai menciptakan tindakan yang melawan hukum. Sebab, dilokasi kamp PT. NNT di Lamurung terdapat Bahan Bakar Minyak (BBM), seperti avtur.

Menurut Kapolsek Lenangguar, aksi unjukrasa warga setempat dipicu lantaran adanya kesenjangan sosial. Dimana, kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengajukan proposal tidak dipenuhi seluruhnya oleh managemen PT. NNT. Sehingga, tercipta kecemburuan sosial diantara mereka.

“Proposal yang diterima hanya 3 kelompok dari 49 kelompok yang dimasukkan. Inilah pemicu aksi,” kata Wayan Sukhanaya kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Aksi masyarakat di camp Lamurung, Kamis (12/7/2012) besok, akan berlangsung selama 168 jam, hingga pihak PT. NNT memenuhi keinginan mereka.  “Kami harapkan tidak ada anarkis dalam aksi mendatang,” piñta Wayan Sukahanaya.


(kon-ln-wartapost-001)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !