Mataram, MN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mataram gelar rapat koordinasi dengan stakeholder menjelang kampanye pemilihan walikota dan wakil walikota Mataram (Pilwali) tahun 2020.

Rakor yang dihadiri oleh lintas stakeholder  mulai dari  KPU Kota Mataram, parpol, camat, Pol PP, TNI/Polri, satuan gugus tugas penanganan covid-19, terkait dengan pengawasan pelaksanaan kampanye. 

Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri, mengatakan bahwa agenda rakor yang dilaksanakan saat ini dihajatkan untuk menyamakan persepsi terkiat dengan aturan main dalam pelaksanaan kampanye. 

“Agar kita semua dan stakeholder punya visi dan pemahaman yang sama hingga akhirnya pelaksanaan pilkada berjalan sehat dan demokratis,” ucapnya.

Karena itu, menurut Hasan, pihaknya butuh visi yang sama bahwa pilkada itu bisa sukses bukan hanya menjadi  tugas Bawaslu saja namum menjadi tugas  semua pihak. Ia meminta agar semua pihak untuk bersama sama ikut serta dalam melakukan pengawasan guna suksesnya pelaksanaan pilkada di Kota Mataram. 

Disebutkan bahwa pilkada 2020 ini ada perbedaan dengan pilkada sebelumnya dimana saat ini dilaksanakan ditengah kondisi pandemi  covid-19, jadi pelaksanaannya harus tetap menjaga protokol kesehatan selain harus dijalankan dengan demokratis. 

Pada  saat membuka rakor, Hasan juga menyampaikan terkait dengan  jumlah  anggota pengawasan yang dimiliki oleh Bawaslu yaitu sebanyak 71 orang. 

“Jumlah  pengawas yang kita miliki ada sebanyak 71 orang sedangkan objek yang diawasi  ada empat yaitu KPU dan jajaran,   kurang lebih lima ribuh orang, kemudian peserta pemilihan dan  pemerintah terkait dengan netralitas ASN dimana petahana tidak  boleh menguntungkan salah satu calon serta masyarakat,” pungkasnya.

Pada  rakor tersebut, hadir sebagai narasumber, Ketua KPU Kota Mataram, Kesbangpol dan Kapolres Mataram yang diwakili oleh Wakasat Intelkam. 

(mn-07)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini